History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pria Ini Tinggal di Taiwan Tanpa Izin Selama 18 Tahun, Polisi yang Merazia Sampai Geleng-geleng Kepala

  • 17 October, 2023
  • 尤繼富
Pria Ini Tinggal di Taiwan Tanpa Izin Selama 18 Tahun, Polisi yang Merazia Sampai Geleng-geleng Kepala
Pria Ini Tinggal di Taiwan Tanpa Izin Selama 18 Tahun, Polisi yang Merazia Sampai Geleng-geleng Kepala

(Taiwan, ROC) --- Seorang pria asal Thailand di Kota Taichung baru-baru ini dirazia oleh polisi setempat. Setelah diperiksa, terungkaplah bahwa pria tersebut telah tinggal di Taiwan tanpa izin selama 6.560 hari.

Saat polisi bertanya mengapa ia bisa berkeliaran begitu lama di Taiwan tanpa identitas dan tidak pernah tertangkap, pria tersebut mengatakan bahwa dirinya selalu menekankan satu prinsip.

"Jangan pernah melakukan hal yang melanggar ketentuan/peraturan. Jika ingin pulang ke Thailand, saya hanya perlu melaporkan diri ke polisi,” tutur sang pria

Bulan lalu, saat aparat kepolisian dari Kantor Polisi Liren di Kota Taichung tengah berpatroli, mereka melihat seorang pengendara sepeda motor di Jalan Jianxing (健行路), Distrik Utara, yang tampak gugup dan seolah-olah mencoba menghindari tatapannya dengan polisi.

Saat dihentikan dan diperiksa, pria berusia 41 tahun tersebut tidak dapat menunjukkan kartu izin tinggal yang sah. Akibatnya, polisi pun membawanya ke Biro Imigrasi untuk diselidiki lebih lanjut.

Setelah berkali-kali membandingkan sidik jari, terungkaplah bahwa pria tersebut ternyata telah tinggal di Taiwan tanpa izin selama 6.560 hari (18 tahun).

Saat ditanya mengapa selama hampir 18 tahun ini ia tidak pernah tertangkap, sang warga kemudian menjawab, "Selama Anda tidak melakukan hal buruk, Anda akan baik-baik saja."

Ia juga menambahkan bahwa jika ia ingin kembali ke Thailand, ia hanya perlu melaporkan diri kepada pihak kepolisian.

Tanpa dokumen identitas yang sah, pria tersebut kesulitan mendapatkan pekerjaan di Taiwan. Ia biasanya bergantung pada bantuan dari saudara perempuannya yang menikah dan tinggal di Taiwan, dan sesekali bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhannya. Saat ini, pria tersebut telah ditahan oleh tim khusus dan menunggu untuk dideportasi kembali ke negaranya.

Komentar

Terbarumore