(Taiwan, ROC) -- Mengenai laporan media yang memberitakan bahwa “wajib militer mungkin akan menjadi pasukan tempur utama”, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan pada Senin (16/10) mengemukakan, rencana wajib militer selama satu tahun pada tahun depan akan berfokus pada pasukan garnisun dengan penugasan di berbagai jenis unit pertahanan, termasuk unit pertahanan pulau utama, luar pulau Taiwan, dll. Para wajib militer dapat mengikuti seleksi berdasarkan keahlian mereka di sektor sipil, atau memilih untuk bergabung dengan unit pertahanan utama berdasarkan keinginan mereka. Isi laporan media tersebut bukanlah fakta dan dapat dengan mudah mempengaruhi persepsi publik.
Terkait dengan tantangan kekurangan personel di antara personel wajib militer sukarela, MND menjelaskan bahwa tren penurunan jumlah anak-anak di Taiwan dan permintaan tenaga kerja yang mendesak dari perusahaan-perusahaan setelah pandemi telah berdampak pada upaya perekrutan tentara tetap. Hal tersebut telah menyebabkan penurunan dalam jumlah personel wajib militer sukarela.
Saat ini anggota personel dalam unit tempur utama militer masih lebih dari 80%. MND akan terus memperkuat upaya perekrutan, serta memprioritaskan perekrutan personel sukarela untuk unit tempur utama. Pada saat bersamaan, pihaknya juga akan terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada personel baru, meningkatkan perawatan kehidupan sehari-hari, memperbaiki lingkungan kerja dan memperkuat kepemimpinan di semua tingkatan, guna meningkatkan kemauan personel yang berkinerja baik untuk tetap bertugas, sehingga kekuatan unit dasar dapat dipertahankan dengan stabil.
MND menegaskan, penyesuaian jangka waktu militer selama satu tahun adalah hasil dari pertimbangan menyeluruh yang mencakup perubahan situasi strategis global, meningkatnya konflik keamanan regional, kebutuhan praktis pertahanan nasional dan perubahan dalam struktur penduduk. Penyesuaian ini juga mengacu kepada pengalaman pertempuran negara-negara maju dan merupakan bagian dari kebijakan reformasi yang dirancang dengan cermat.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan keseluruhan kemampuan militer dan memberikan deterensi yang kuat terhadap potensi musuh yang berkemungkinan memulai perang. Pelatihan yang komprehensif dan sistematis selama satu tahun akan mempersiapkan para wajib militer untuk mengemban tanggung jawab dalam melindungi keamanan tanah air. Selain itu, penyesuaian ini akan membantu dalam memperpendek waktu mobilisasi selama situasi perang dan memperkuat ketahanan sosial. MND mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung upaya ini, dan bersama-sama melindungi tanah air.