(Taiwan, ROC) – CEO NVIDIA, Jensen Huang dilaporkan kembali datang ke Taiwan dan dijadwalkan akan menghadiri acara Hari Teknologi Foxconn. Para ahli industri merasa, kerja sama NVIDIA dan Foxconn berfokus pada sektor server, tetapi juga memiliki potensi kerja sama dalam bidang mobil listrik.
Berita akan kedatangan Jensen Huang pada bulan Oktober telah tersebar luas, dan dirinya dikabarkan akan turut hadir dalam acara Hari Teknologi Foxconn yang digelar pada tanggal 18 Oktober. Foxconn sendiri belum memberikan komentar terkait berita tersebut. Saat ini, Jensen Huang sudah tiba di Taiwan dan muncul di sebuah pasar malam yang ada di Taipei, serta berfoto bersama penggemarnya.
Terkait kemungkinan kedatangan Jensen Huang ke Taiwan sebagai sebuah dukungan bagi Foxconn, Liu Pei-zhen (劉佩真) selaku Peneliti dan Direktur di Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) berpendapat bahwa kerja sama antara NVIDIA dan Foxconn sebagian besar terfokus pada sektor server. Sementara itu, Foxconn sedang aktif mengembangkan kendaraan listrik dan ada potensi kerja sama di bidang mobil listrik antara keduanya.
Liu Pei-zhen (劉佩真) menyampaikan, belakangan ini terdapat lebih banyak berita negatif seputar kecerdasan buatan (AI) dan banyak ketidakpastian terkait pertumbuhan selanjutnya di bidang AI. Selain itu, NVIDIA juga sedang diselidiki oleh Uni Eropa dalam kasus anti-monopoli. Oleh karena itu, peran Jensen Huang dalam kunjungannya kali ini untuk mendukung rantai pasokan menjadi sesuatu yang perlu diobservasi, apakah dapat membangkitkan semangat dan keyakinan dalam sektor tersebut.
Kerja sama antara Foxconn dan NVIDIA telah berlangsung lama. Ketika berada di Taiwan pada bulan Mei, Jensen Huang melakukan pertemuan secara rahasia dengan Chairman Foxconn, Young Liu. Pada Mei tahun lalu, anak perusahaan Foxconn yang dikenal dengan nama Foxconn Industrial Internet (Fii) mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan desain sistem CPU NVIDIA Frace guna memenuhi peluang di pusat data berkinerja tinggi dan komputasi tepi. Fii juga menghadirkan sistem server superchip yang menggunakan CPU NVIDIA Grace.
Pada Januari tahun ini, Foxconn dan NVIDIA juga mengumumkan pembentukan hubungan mitra strategis. Keduanya saling bergandengan tangan untuk mengembangkan platform otomotif dan kendaraan otonom. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Foxconn Group menjadi produsen tingkat pertama (Tier 1) bagi NVIDIA, memproduksi komponen pengendalian elektronik (ECUs) berdasarkan desain sistem pada sebuah chip (SoC) NVIDIA DRIVE Orin, merupakan sebuah upaya untuk menargetkan pasar otomotif global.