(Taiwan, ROC) --- Dalam sebuah pernikahan, tidak hanya hubungan antara dua individu yang menjadi perhatian, tetapi juga hubungan antar anggota keluarga dari kedua belah pihak.
Baru-baru ini, tersiar sebuah pemberitaan dari salah satu orang ternama di Taiwan yang mengeluhkan bagaimana suaminya yang sebelum menikah selalu menyerahkan seluruh gajinya untuk dikelola oleh ibu dan kakak perempuannya.
Dan setelah memiliki anak, maka kebutuhan rumah tangga dari sepasang suami istri tersebut meningkat. Namun, ketika sang suami membawa pulang buku tabungan, betapa terkejutnya sang istri setelah mengetahui ternyata saldonya hanya tersisa berkisar NT$ 1000.

Kekesalan dari sang istri diungkapkan melalui forum online 爆料公社 baca: Bàoliào gōngshè. Sang istri menjelaskan bahwa kakak ipar perempuan dan mertuanya mengontrol seluruh pendapatan yang diperoleh sang suami, saat ia masih lajang.
Oleh kakak ipar perempuan dan mertuanya, sang suami hanya dijatah NT$ 19.000 per bulan. Dengan uang tersebut, sang suami masih harus memenuhi kebutuhan rumah keluarga besarnya, misal membayar pajak rumah, tarif listrik, gas, air dan lain-lain.
Namun, setelah menikah dan memiliki anak, biaya kehidupan dari keluarga inti sang suami meningkat drastis.
Dan saat sang suami meminta buku tabungan dari orang tuanya, betapa terkejut dirinya saat melihat bahwa nominal tabungan yang ada hanya berjumlah sekitar NT$ 1.000.
Ketika ditanya, mereka berdua malah mendapat jawaban dari sang kakak ipar perempuan, “Mengapa ia (suami) tidak menyisihkan sedikit uang dari NT$ 19.000 untuk ditabung?”

Sumber Foto: TVBS News
Setelah kisah ini dibagikan ke dunia maya, banyak netizen yang ternyata memiliki pengalaman serupa.
Salah seorang netizen menuliskan di kolom komentar, "Suamiku juga menyerahkan gajinya kepada kakak perempuannya sebelum menikah, dan ketika kami menikah saldo tabungannya adalah NT$ 0."
"Kami pun mengalami hal yang sama, suamiku menyerahkan gajinya kepada mertuaku. Setelah menikah, kami hendak mengetahui saldonya, betapa syoknya kami setelah mengetahui hanya tersisa NT$ 23 yuan di dalam rekening. Mertuaku bahkan mengatakan kalau suamiku masih berhutang padanya," curhat netizen lainnya.
Namun demikian, ada juga komentar dari netizen yang sepertinya hendak menyindir, "Mengapa menikahi pria yang bahkan tidak dapat mengendalikan keuangannya sendiri? Menikah dengan anak yang terlalu manja atau bergantung pada ibunya."
Sementara itu, ada juga yang mencoba untuk mengkritisi, "Saya bisa mengerti jika gaji diberikan kepada ibu sebagai bentuk berbakti kepada orang tua, tetapi mengapa harus diberikan juga kepada kakak perempuannya? Dia ikut campur terlalu banyak."