(Taiwan, ROC) -- Universitas Stanford telah mengumumkan 2% dari para peneliti terbaik di dunia tahun 2023. Dalam bidang kedokteran klinis, Kepala RS Guandu Chen Liang-kung (陳亮恭) terpilih menjadi yang terbaik untuk ketiga kalinya. Kepala Pusat Kanker Universitas Nasional Taiwan, James Chih-hsin Yang (楊志新) juga masuk dalam daftar. Mereka pun baru-baru ini menyampaikan bahwa mereka berharap untuk membuat masyarakat menjadi lebih baik.
Tim dari Stanford menggunakan Scopus, pusat data ringkasan kutipan terbesar dunia dan baru-baru ini mengeluarkan daftar “2% peneliti terbaik di dunia” dengan menggunakan 6 kunci indikator, seperti total kutipan, penulis tunggal, dan penulis pertama yang mencerminkan pengaruh peneliti tersebut terhadap makalah akademis para sarjana.
Tahun ini ada lebih dari 1.400 peneliti Taiwan yang masuk dalam daftar. Tiga teratas yang masuk dalam daftar terkait pelayanan kedokteran medis adalah Kepala RS Guandu Chen Liang-kung (陳亮恭), Presiden Kehormatan Pusat Kanker Universitas Nasional Taiwan Cheng Ann-Lii (鄭安理), dan Kepala Pusat Kanker Universitas Nasional Taiwan, James Chih-hsin Yang (楊志新).
Dalam wawancaranya, James Chih-hsin Yang dengan tersenyum mengatakan, “tentu saja merasa terhormat.” Namun, perawatan Taiwan dan hasil terkait penelitian tersebut telah dikenal oleh dunia, sehingga tidak perlu bergantung pada peringkat untuk menunjukkan hal itu. Arti terbesar dari terpilihnya kembali adalah untuk memberi tahu lebih banyak orang bahwa kedokteran klinis adalah sebuah disiplin ilmu. Bagaimana "sains" yang ketat dapat diterapkan pada pasien tanpa prosedur yang ketat.
“Banyak orang berpikir bahwa praktek klinis adalah untuk merawat pasien.” Ia pun mengambil contoh ponsel untuk menjelaskan bahwa teknologi hanya dapat terus maju melalui penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan. Dokter-dokter Taiwan sangat ilmiah, berbeda dengan dokter-dokter negara lain yang fokus dengan perawatan pasien. Ia telah membuat pencapaian dalam bidang pengobatan, yang dipercaya terkait dengan karakteristik tersebut.
Yang menyampaikan, bahkan dokter-dokter muda memiliki konsep serupa, termasuk sumber daya perawatan kesehatan, memperkuat penelitian dan mengembangkan kemampuan mereka, sehingga mereka dapat merawat lebih banyak pasien. Mereka tidak terlalu peduli dengan peringkat, serta lebih fokus dengan perawatan kanker pada pasien.
Chen Liang-kung yang terpilih menjadi yang terbaik dalam bidang kedokteran klinis selama 3 tahun berturut-turut, menyampaikan bahwa tujuan dan pentingnya melakukan penelitian adalah dengan harapan dapat mengubah masyarakat, bermanfaat bagi masyarakat, dan memungkinkan masyarakat untuk benar-benar menikmati hasil penelitian tersebut.
Chen Liang-kung menekankan bahwa tantangan terkait dengan menuanya populasi Taiwan adalah reformasi sistem medis saat ini. Strategi perlu didiskusikan dengan lebih memikirkan perubahan demografis, dan solusi terhadap sistem medis tidak lagi dapat dicari berdasarkan pada pemikiran tentang penyakit.
Selain itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Chen Liang-kung berharap agar pemerintah dapat mengikuti bukti-bukti ilmiah ketika membuat berbagai kebijakan. Ia juga berharap agar pemerintah dapat berinvestasi dalam bidang penelitian, apalagi standar persaingan intenasional sangat tinggi, seperti desain penelitian, kasus, hingga metode deteksi.