(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu hari ini (11/10), Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), melalui akunnya di media sosial Facebook menyatakan bahwa 11 Oktober adalah "Hari Wanita Taiwan", dan Beliau ingin memberikan penghormatan kepada setiap wanita yang telah berjuang di Asian Games Hangzhou.
Kepala Negara menekankan bahwa tim Taiwan di Asian Games Hangzhou tahun ini telah memenangkan total 19 emas, 20 perak, dan 28 perunggu. Prestasi cemerlang ini sangat menggembirakan, dan banyak di antaranya dicapai oleh wanita-wanita Taiwan.
Ekspresi keteguhan dan sorot mata mereka meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Sebagai contoh, pada hari terakhir Asian Games, Gu Shiau-shuang (谷筱霜) membalikkan keadaan dalam 5 detik terakhir pertandingan, menghantarkan medali emas ke-19 untuk Taiwan.
Meskipun Yang Ho-chen (楊合貞) mengalami cedera, tetapi ia tetap berjuang keras. Selain memenangkan medali perak di lomba sepatu roda wanita 10.000 meter, ia bersama Liu Yi-hsuan (劉懿萱) dan Lee Meng-chu (李孟竹) berhasil memenangkan medali emas di estafet sepatu roda wanita 3.000 meter.
Presiden Tsai juga menyebutkan beberapa atlet wanita lainnya yang telah memberikan kontribusi luar biasa. Lin Yu-ting (林郁婷), yang sebelumnya memberikan medali emas pertama untuk Taiwan di Kejuaraan Dunia Tinju, kembali meraih prestasi dengan memenangkan medali emas di kelas tinju wanita 57 kg.
Ku Tsui-ping (辜翠萍), meski mengalami cedera pada kaki kiri, tetapi ia berhasil bangkit kembali dalam Kejuaraan Asian Games dan berhasil memenangkan medali perak di kelas karate wanita 55 kg.
Kuo Hsing-chun (郭婞淳), yang juga tetap berkompetisi meski tengah cedera, berhasil meraih medali perunggu di kelas angkat besi wanita 59 kg. Chen Nien-chin (陳念琴), yang berhasil mengatasi penyakit kanker, kembali ke panggung internasional dan meraih medali perunggu di kelas tinju wanita 66 kg.
Mengutip kata-kata Gu Shiau-shuang, Presiden Tsai mengatakan, "Kadang-kadang kita tidak menunggu melihat harapan untuk terus bertahan, melainkan setelah bertahan, kita melihat harapan."
Ungkapan di atas memperlihatkan bahwa wanita-wanita Taiwan dapat mengangkat beban hingga ratusan kilogram, memukul dengan tinju yang lincah, serta memiliki ketahanan yang luar biasa.
Dalam berbagai tantangan yang sulit, mereka menanggung tekanan besar dan terus bergerak maju. Beliau mengucapkan terima kasih atas keteguhan para wanita Taiwan yang telah meninggalkan jejak luar biasa di panggung dunia, menunjukkan kekuatan dari ketekunan tanpa henti.
Presiden juga menekankan, semua wanita di Taiwan, bisa menjadi petinju, pilot pesawat tempur, atau komandan militer tertinggi, tanpa memandang jenis kelamin atau etnis tertentu.
Tentu saja, mereka juga bisa bebas dari segala keterbatasan, karena ini adalah Taiwan yang demokratis dan bebas. Setiap wanita bisa bebas, dan dengan tenang menjadi sosok dalam pandangan mereka sendiri.