(Taiwan, ROC) --- Seekor babun kabur dari kediamannya di Taman Wahana Leofoo Village, Hsinchu, pada bulan Maret lalu. Dalam pelariannya, babun tersebut akhirnya tewas setelah tertembak oleh seorang petugas penangkap hewan.
Kaburnya babun tersebut, sempat menjadi pemberitaan hangat di Taiwan. Di kala tersebut, tidak sedikit masyarakat yang mengikuti perkembangan berita dari sang babun.
Jumat kemarin (6/10), Kantor Pertanian Pemerintah Kabupaten Hsinchu melaporkan langkah-langkah perbaikan yang telah diambil, termasuk menghitung jumlah babun yang dipelihara, memberikan bimbingan serta pemeriksaan lingkungan pemeliharaan, dan tindakan pencegahan hewan kabur.
Mereka menekankan akan terus memperkuat pengelolaan satwa liar yang dilindungi, sehingga tragedi serupa tidak terjadi lagi.

Akhirnya Dihitung Juga! Semua Babun di Leofoo Village Telah Ditanam Chip
Kantor Pertanian menegaskan bahwa Taman Wahana Leofoo Village telah menyelesaikan identifikasi, sterilisasi, dan pemasangan chip pada semua babun tanggal 31 Agustus 2023.
Pada tanggal 13 September 2023, Kantor Pertanian bersama dengan lembaga terkait mengunjungi Leofoo Village untuk melakukan pemeriksaan chip dan menghitung jumlah babun di dalam kandang.
Dilaporkan ada 72 babun jantan dan 80 babun betina. Ditambah dengan satu babun Afrika Timur betina yang meninggal saat kabur pada 27 Maret 2023, dan 3 babun jantan yang meninggal selama prosedur pemasangan chip, total ada 156 babun.
Pihak Kantor Pertanian mengungkapkan bahwa mayoritas babun di Taman Wahana Leofoo Village adalah babun Afrika Timur, sedangkan beberapa lainnya belum dapat diidentifikasi.
Bagi babun yang tidak diketahui asalnya, akan segera diidentifikasi oleh para ahli berdasarkan foto yang diambil, data fisik, dan catatan dari chip yang ditanam. Setelah identifikasi selesai, kartu registrasi juga akan dilengkapi. Sebanyak 152 babun telah dikembalikan ke area pemeliharaan terbuka untuk mendukung konservasi dan kesejahteraan satwa liar.