History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taifun Koinu mengakibatkan 190 Orang Terluka dan 1.719 Kasus Kerugian

  • 05 October, 2023
  • 鄭蕙玲
Taifun Koinu mengakibatkan 190 Orang Terluka dan 1.719 Kasus Kerugian
Taifun Koinu melanda Taiwan, wilayah Penghu hembusan angin level 12, mengakibatkan banyak pohon di jalan tumbang (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) --- Taifun Koinu tengah melanda Taiwan. Pada Kamis pagi (5/10), Pusat Penanggulangan Bencana Nasional (CEOC) menginformasikan bahwa hingga saat ini taifun Koinu telah menyebabkan 190 orang terluka dan 1.719 kasus kerugian.

Di antara kerugian tersebut, yang paling banyak adalah pohon tumbang di jalanan. Total rumah yang mengalami padam listrik mencapai 201.581 rumah, dan masih ada 79.441 rumah yang masih menunggu untuk pemulihan listrik. Jumlah total evakuasi mencapai 2.954 orang.

Komandan CEOC, Lin Yu-chang (林右昌), menyatakan, meskipun empat wilayah utara di Taiwan tidak memenuhi standar libur kerja dan sekolah, tetapi angin kencang berkemungkinan tetap melanda.

Dia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar ruangan.

CEOC mengadakan rapat kerja ke-7 pada Kamis pagi hari ini (5/10). Insiden pohon tumbang dan padam listrik dilaporkan terjadi di beberapa wilayah di Taiwan.

Menilik laporan dari Damkar, hingga saat ini telah ada 190 orang dilaporkan terluka, meningkat dari laporan sebelumnya yang berjumlah 115 orang.

Dari angka di atas, Taichung menjadi kawasan dengan korban terluka terbanyak, yakni 54 orang , kemudian disusul Tainan dengan 37 orang.

Hingga pukul 08.30 pagi (5/10), seluruh Taiwan telah melaporkan sebanyak 1.719 kasus kerugian, meningkat dari laporan sebelumnya yang berjumlah 1.076 kasus. Di antaranya, kejadian terbanyak adalah kejadian pohon tumbang yang mencapai 765 kasus.

Menurut laporan dari Biro Urusan Sipil, saat ini ada 9 kota dan kabupaten, termasuk Kaohsiung, Pingtung, Taitung, Nantou, Yilan, Hualien, Yunlin, Tainan, dan Chiayi yang telah melakukan evakuasi pencegahan bencana.

Total jumlah orang yang dievakuasi sudah mencapai 2.954 orang, dan telah dibuka 79 tempat penampungan di seluruh Taiwan, dengan total 889 orang yang ditempatkan di sana.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menginformasikan bahwa ada 14 kota dan kabupaten di Taiwan yang berpotensi terisolasi, dengan total 49 desa dan 188 titik lokasi.

Dari angka tersebut, 186 di antaranya telah menyelesaikan persiapan persediaan evakuasi untuk 14 hari mendatang, sementara 2 lokasi lainnya memiliki rencana evakuasi pencegahan.

Mengenai fasilitas pendukung seperti air dan listrik, menurut laporan dari Kementerian Ekonomi (MOE), saat ini belum ada laporan terjadinya bencana banjir.

Total padam listrik di seluruh Taiwan mencapai 201.581 rumah tangga, dengan 79.441 rumah tangga masih menunggu perbaikan.

Awalnya, 70% rumah tangga akan diperbaiki oleh unit berwenang pada Kamis sore pukul 17:00, tetapi karena cuaca buruk melanda Pingtung dan Taitung, membuat petugas listrik belum bisa bekerja. Setelah cuaca membaik, perbaikan akan segera dilakukan.

Selain itu, kawasan Green Island dan Lanyu, dilaporkan ada 32 gardu listrik yang mengalami kerusakan.

Komandan CEOC, Lin Yu-chang, menyatakan bahwa taifun Koinu tampaknya berhenti dan berputar dalam 3 jam terakhir, memperpanjang durasi dampaknya terhadap kawasan daratan.

Meskipun 4 wilayah utara Taiwan (Taipei, New Taipei, Keelung dan Taoyuan) tidak memenuhi standar untuk meliburkan aktivitas bekerja dan sekolah, tetapi CWA tetap mengingatkan seluruh warga untuk senantiasa waspada terhadap tiupan angin kencang.

Lin Yu-chang meminta pemerintah di daerah untuk memperhatikan dampak kerusakan yang dibawa angin kencang dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, serta menghindari area pesisir pantai dan aktivitas luar ruangan.

Lin Yu-chang mengatakan, "Saya ingatkan kepada New Taipei, Keelung, dan Taoyuan yang belum mengeluarkan peringatan taifun untuk kawasan darat. Jika perlu, keluarkan peringatan khusus di daerah pesisir pantai."

Selain itu, Lin Yu-chang juga mengatakan bahwa hujan dan angin di daerah selatan Taiwan sangat kuat. Dirinya juga mengingatkan seluruh teknisi listrik untuk memprioritaskan keselamatan sebelum berangkat memperbaiki gardu listrik yang rusak.

Komentar

Terbarumore