(Taiwan, ROC) --- Seorang pria asal Tiongkok bernama Liu Tao (劉濤) diculik saat berusia 6 tahun ketika ia sedang bermain di jalanan. 37 tahun pun berlalu, Liu Tao akhirnya kembali ke rumah orang tuanya setelah terpisah begitu lamanya.
Menurut kisah yang ada, Liu Tao diculik dari kawasannya di Sichuan dan dijual ke Henan. Dengan melalui rintangan ruang dan waktu, Liu Tao berhasil bertemu kembali dengan ibu kandungnya di kampung halaman.
Saat bertemu, Liu Tao yang kini sudah beranjak dewasa, langsung menangis seperti anak kecil sambil menyantap makanan kesukaan buatan ibunya.

Dilansir dari media "news.163", Liu Tao sedang menggembalakan sapi dan bermain di dekat rumahnya di Sichuan ketika dia diculik oleh seorang pria paruh baya.
Dalam waktu hanya 2 hari, Liu Tao kecil harus melalui perjalanan panjang dengan berjalan kaki, motor tiga roda, kereta api, dan perahu, lalu dia dijual ke pasangan di Henan dan diberi nama baru, Shi Jun-hai (石俊海).
Sadar anaknya hilang, orang tua Liu Tao segera mencari tahu keberadaannya dan melaporkan kepada pihak polisi.
Proses pencarian Liu Tao oleh kedua orang tuanya terus berlanjut dan tidak pernah berhenti, hingga mereka pun melakukan tes DNA, dengan harapan dapat menemukan dengan putra kesayangannya tersebut.
Waktu pun berlalu, harapan dan penantian dari kedua orang tua Liu Tao pun berubah menjadi keputusasaan.
Di lain pihak, Liu Tao selalu teringat akan orang tua dan kampung halamannya, dia terlalu muda saat itu dan telah melalui banyak tempat sehingga tidak bisa menemukan keluarganya.
Akhirnya, Liu Tao dewasa memutuskan untuk melaporkan ke polisi dan meminta bantuan dari sebuah badan amal "Bao Bei Hui Jia 寶貝回家", yang memang bergerak di bidang kemanusiaan untuk membantu mereka yang hilang.

Setelah terpisah selama 37 tahun, ibu dan anak tersebut akhirnya bersatu kembali berkat identifikasi DNA.
Liu Tao yang kini berusia 43 tahun tersebut, saat bertemu dengan ibunya, dia tampak seperti anak kecil berusia 6 tahun, berlutut dan menangis ke dalam pelukan ibunya.
Sang ibu mencoba menghiburnya sambil berkata, "Jangan menangis, kita sudah di rumah."
Setelah itu, Liu Tao pun diberikan suapan makanan favorit buatan sang ibunda, yang tentunya dirindu-rindukannya selama 37 tahun ini.