(Taiwan, ROC) --- Festival Pertengahan Musim Gugur adalah salah satu tradisi festival penting bagi masyarakat Tionghoa, yang jatuh pada tanggal 15 bulan ke delapan menurut kalender lunar.
Tahun ini, perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur jatuh pada tanggal 29 September 2023 (kalender masehi).
Menurut catatan dalam karya sejarah dan ensiklopedia Tiongkok yang ditulis pada abad ke-9, Tong Dian (通典), pada zaman kuno, para raja-raja memiliki tradisi untuk melakukan ritual kepada matahari di musim semi dan kepada bulan di musim gugur.
Bahkan dalam karya tentang sistem pemerintahan dan kelembagaan Tiongkok kuno yang ditulis pada abad ke-3 SM, Zhou Li (周禮), sudah ada istilah 中秋 (baca: Zhong Qiu), yang artinya pertengahan musim gugur.
Perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur mulai populer pada masa Dinasti Tang. Banyak bangsawan dan sastrawan mulai mengagumi keindahan bulan purnama.
Menurut buku "The Eastern Capital: A Dream of Splendor 東京夢華錄" yang ditulis pada masa Dinasti Song, malam perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur adalah masa-masa yang meriah, bahkan ada yang melakukan ritual penyembahan bulan
Ketika memasuki era Dinasti Ming dan Qing, Festival Pertengahan Musim Gugur telah berkembang menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati keindahan bulan purnama.

Pada masa Dinasti Song, malam perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur adalah masa-masa yang meriah. (Sumber: Wikipedia)
Asal Usul Festival Tengah Musim
Versi Pertama: Panen Hasil Pertanian
Festival Pertengahan Musim Gugur juga bersamaan dengan masa panen tanaman. Kata "秋" (musim gugur) diterjemahkan sebagai "saat panen tiba". Ada ahli folklor yang percaya bahwa persembahan kepada bulan pada perayaan festival ini berasal dari tradisi petani untuk merayakan panen musim gugur yang melimpah. Pada saat yang sama, mereka juga akan memuja Dewa Tanah dan memilih hari ini sebagai hari raya untuk menunjukkan rasa syukur dan penghargaan kepada para dewa.
Versi Kedua: Kisah Chang'e Menuju Bulan

Chang'e (嫦娥) dan Hou Yi (后羿). Sumber Foto: Wikipedia
Dikisahkan bahwa Chang'e (嫦娥) dan Hou Yi (后羿) adalah pasangan suami istri yang sangat mencintai satu sama lain. Untuk memastikan keberhasilan Hou Yi dalam menembak matahari, Chang'e berdoa kepada Dewi Wang Mu Niang Niang (王母娘娘) untuk mendapatkan pil keabadian.
Namun, sang Dewa Sungai Kuning (河伯) yang licik dan serakah ingin mencuri pil tersebut. Untuk mencegah pil itu jatuh ke tangan yang salah, Chang'e menelannya. Pil tersebut kemudian malah membuat tubuh Chang’e menjadi ringan dan terbang ke langit.
Sejak itu, setiap tahun pada hari Chang'e terbang ke bulan, yakni tanggal 15 bulan ke delapan kalender lunar, orang-orang menyiapkan persembahan di bawah bulan dan berdoa kepada para Dewa, agar Chang'e dapat kembali bersatu dengan Hou Yi dengan selamat. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa orang merayakan dan memuja bulan pada Festival Pertengahan Musim Gugur.
Versi Ketiga: Tentara Tang, Pei Ji

Kue bulan diciptakan pada tahun ke -13 era Daye didistribusikan sebagai ransum tentara, guna mengatasi masalah kelangkaan makanan akibat perekrutan besar-besaran tentara pemberontak.
Sebuah pandangan yang populer dalam beberapa tahun terakhir mengenai perayaan ini adalah, berdasarkan riset para sejarawan, Festival Pertengahan Musim Gugur bermula dari akhir Dinasti Sui.
Pada tahun ke-13 era Daye, tepatnya tanggal 15 bulan 8, pasukan Tang, dipimpin oleh Jenderal Pei Ji, terinspirasi oleh bulan purnama untuk menciptakan kue bulan.
Kue ini kemudian didistribusikan sebagai ransum tentara, guna mengatasi masalah kelangkaan makanan akibat perekrutan besar-besaran tentara pemberontak.
Mulai dari era Tang, memberi kue bulan kepada para pejabat sudah menjadi tradisi. Dan pada masa Dinasti Ming dan Qing, Festival Pertengahan Musim Gugur menjadi salah satu festival terbesar di Tiongkok.
Tradisi
1: Makan Kue Bulan
Kue bulan juga dikenal dengan istilah "Kue Hu 胡餅", yang dulunya merupakan persembahan untuk memuja Dewi Bulan. Kebiasaan ini kemudian diadopsi menjadi tradisi makan kue bulan saat Festival Pertengahan Musim Gugur di era modern.

Kue Hu (胡餅). Sumber Foto: 每日頭條
2: Makan Buah Pomelo
Sebelum dan sesudah Festival Pertengahan Musim Gugur bertepatan dengan musim panen buah pomelo di Taiwan. Setiap keluarga biasanya akan makan buah pomelo.
Selama Festival Pertengahan Musim Gugur, Anda juga dapat melihat anak-anak memakai kulit buah pomelo di kepala mereka, yang telah berkembang menjadi tradisi unik.
3: Persembahan kepada Leluhur
Pada Festival Pertengahan Musim Gugur zaman dahulu, masyarakat akan menyiapkan persembahan "tiga jenis hewan (daging)" dan "tiga jenis sayuran" sebagai tanda mengenang leluhur.
4: Memuja Dewa Tanah
Mereka memuja Dewa Tanah pada Festival Pertengahan Musim Gugur sebagai tanda terima kasih atas perlindungannya yang membuat panen tanaman menjadi melimpah.
5: Memuja Dewi Bulan
"Memuja Dewi Bulan" adalah salah satu tradisi dalam Festival Pertengahan Musim Gugur. Persembahan berupa kue bulan, pomelo, dan persimmon diletakkan di altar sebagai tanda penghormatan.
6: Menikmati Bunga Osmanthus dan Minum Anggur Osmanthus
Selain buah pomelo, Festival Pertengahan Musim Gugur juga bertepatan dengan musim bunga osmanthus.
Menurut cerita, pada suatu tahun saat perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur, Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing memuji anggur osmanthus yang sudah tua dan memberinya judul "Anggur Osmanthus dari Timur".
Sejak itu, tradisi meminum anggur osmanthus selama Festival Pertengahan Musim Gugur semakin populer.

Bunga osmanthus (桂花). Sumber: Wikipedia
Pantangan Selama Festival Pertengahan Musim Gugur
1. Jangan Ganggu Kelinci
Legenda mengatakan bahwa Chang'e sangat menyukai kelinci ketika berada di dunia manusia. Oleh karena itu, ada saran bahwa pemilik kelinci harus berlaku lembut kepada kelinci mereka selama periode festival, jika tidak, kelinci mungkin akan mengadu ke istana bulan.
2. Pria Tidak Disarankan untuk Sembah Bulan
Menurut catatan dalam "Yanjing Suiji 燕京歲時記", pria yang menyembah bulan dapat mengalami ketidaknyamanan fisik atau terpengaruh oleh gravitasi bulan yang mempengaruhi kualitas tidur.
3. Hindari Ke Pantai atau Pinggir Sungai
Selama Festival Pertengahan Musim Gugur, mungkin terjadi pasang surut. Jika ada badai, mungkin bisa terbentuk ombak besar, sehingga disarankan untuk tidak bermain air.
4. Wanita Tidak Disarankan untuk Sembah Dewa Dapur
Berdasarkan catatan dalam "Yanjing Suiji 燕京歲時記", pria tidak boleh menyembah bulan (Dewi Bulan mewakili energi feminin) dan wanita tidak boleh menyembah Dewa Dapur (Dewa Dapur mewakili energi maskulin) untuk menghindari konflik energi.

Pria tidak sembahyang Dewi Bulan, wanita tidak sembahyang Dewa Dapur. Sumber: 每日頭條
5. Mereka yang Pernah Mengalami Keguguran atau Lemah Fisik Harus Menjauhi Bulan
Bulan purnama dikaitkan dengan energi yin, dan energi yin mungkin tidak cocok untuk orang yang lemah fisik atau baru saja mengalami keguguran.
6. Jangan Tunjuk-tunjuk Dewa dengan Jari
Dikatakan bahwa Wu Gang dan Chang'e tinggal di bulan. Orang harus menghormati mereka dan menghindari menunjuk dengan jari sebagai tanda tidak hormat.