(Taiwan ROC) --- Banyaknya tunawisma yang bermukim di Stasiun TMS (Taipei Main Station) tentu mendatangkan persoalan sosial tersendiri.
Dan ternyata beberapa tunawisma yang sehari-seharinya bergantung pada “mengemis” tersebut, memiliki cerita mengejutkan masing-masing.
Bahkan ada salah satu dari mereka yang ternyata memiliki rumah di kawasan perkotaan di Taipei.
Seorang wanita tunawisma berusia 70-an, kita sebut saja Nyonya A biasanya menghidupi dirinya dengan cara mengemis di sekitaran TMS.
Menurut investigasi jurnalis dalam negeri, Nyonya A ternyata memiliki rumah di Distrik Zhongshan, Kota Taipei. Meski demikian, Nyonya A memilih untuk tinggal di TMS dan enggan kembali ke rumah pribadinya.
Setelah diselidiki oleh kepolisian, rumah tersebut ternyata adalah rumah kosong yang tidak pernah ditempati. Para tetangga di sekitarnya juga mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat Nyonya A dalam jangka waktu yang panjang.

Sumber Foto: CT WANT
Mengapa Nyonya A lebih memilih untuk hidup di jalanan daripada kembali ke rumahnya?
Menjawab pertanyaan di atas, salah seorang psikiater Taiwan, Dokter Yang Cong-cai (楊聰財) mengatakan bahwa ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk hidup di jalanan meskipun memiliki rumah.
Beberapa di antaranya disebabkan oleh masalah keluarga atau masalah pribadi. Konflik yang terjadi karena ketidaksepahaman dengan anggota keluarga, atau enggan berinteraksi dengan anggota keluarga, bisa jadi membuat seseorang memilih untuk meninggalkan rumah.
Ada juga yang mengalami masalah ekonomi dan tidak mampu mencari tempat perlindungan, akhirnya hidup di jalanan. Namun, ada juga beberapa yang memilih hidup di jalanan karena ingin merasakan kemandirian atau memiliki "jiwa petualang".
Dokter Yang Cong-cai juga berbagi tentang kasus yang pernah ia tangani. Dia pernah merawat seorang pria berusia 66 tahun bermarga Chen (陳姓), yang menjadi tunawisma setelah mengalami keretakan dalam keluarganya.
Chen kehilangan tempat tinggalnya yang stabil, kehilangan dukungan dari jaringan sosial dan keluarganya, dengan sumber pendapatan yang tidak stabil, memilih hidup di jalanan dalam jangka panjang, yang akhirnya membuatnya menderita depresi dan kecemasan.
Chen mulai kehilangan minat dalam hidup, merasa tidak memiliki nilai, kesepian yang berlarut-larut membuatnya merasa ketakutan dan tak berdaya.
Menghadapi ketidakstabilan ekonomi dan risiko yang tak terduga di jalanan, kecemasan Chen semakin memburuk, mempengaruhi tidurnya, serta memicu penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol.
Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisiknya tetapi juga mentalnya. Selain itu, kesepian yang berlarut-larut membuatnya kesulitan membangun hubungan interpersonal yang stabil, yang juga menjadi penghalang baginya untuk mencari pekerjaan. Ini membuatnya terjebak dalam siklus yang sulit untuk ditembus.
Dokter Yang Cong-cai menekankan bahwa bagi Chen, yang dia butuhkan adalah dukungan kesehatan medis dan mental yang komprehensif.
Selain pemeriksaan medis dasar, Chen juga memerlukan konseling psikologi dan perawatan penyalahgunaan zat agar bisa keluar dari siklus buruk tersebut. Dia juga membutuhkan dukungan sosial dan pemantauan berkala untuk kembali ke jalan yang benar.

Sumber Foto: CT WANT
Namun, bagi pekerja sosial, sekadar membujuk para tunawisma untuk mau hidup di kawasan penampungan merupakan tantangan besar.
Banyak dari mereka yang terbiasa hidup bebas di jalanan merasa terbatas dengan aturan-aturan di penampungan, seperti harus melapor saat ingin keluar dan ada batasan waktu keluar masuk.
Bagi beberapa tunawisma, tinggal di penampungan hampir sama dengan menjalani wajib militer.
Yang paling membuat pekerja sosial merasa frustrasi adalah setelah mereka berhasil membantu seseorang mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal, individu tersebut mungkin saja harus kembali kehilangan pekerjaannya karena berbagai alasan, serta mengakumulasi hutang sewa, dan berakhir menjadi tunawisma.
Pekerja sosial mengakui bahwa dukungan dari masyarakat sangat penting, tetapi yang lebih penting adalah kesediaan tunawisma bersangkutan untuk mau menerima bantuan.