(Taiwan, ROC) Hari Rabu ini (27/9) sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ke-78 telah mengakhiri debat umumnya, Kemenlu mengatakan bahwa bersama dengan 13 negara diplomatik, kecuali Tahta Suci bukan negara anggota PBB, dan 12 negara sahabat juga telah memberikan dukungan kepada Taiwan. Selain itu, perwakilan tetap PBB membantu petisi yang diusung disampaikan kepada kantor kesekretariatan PBB. Kemenlu menekankan, mendorong partisipasi dalam sistem PBB adalah pekerjaan masa jangka panjang, tugas ini masih terus berlanjut, Kemenlu bersama semua kantor perwakilan di luar negeri terus mengupayakannya.
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ke-78 yang berlangsung pada tanggal 19-26 September 2023 waktu Amerika Timur. Kemenlu mengatakan, selain Tahta Suci, 12 negara sahabat telah menyuarakan dukungan untuk Taiwan, meskipun Haiti tidak secara langsung mengusung Taiwan, akan tetapi Perdana Menteri Ariel Henry telah mengungkapkan, Haiti akan berlanjut membantu saudara yang tengah memperjuangkan kebebasan dan penentuan nasib, hal ini sama berlaku pada sistem PBB”. Kemenlu mengemukakan, yang disebut dengan “negara saudara” adalah mengacu “Taiwan”.
Kemenlu mengatakan, setiap tahun selalu mempromosikan hubungan erat dengan negara sahabat diplomatik dan negara-negara yang memiliki pandangan sepaham, saat bersamaan juga memantau situasi dari berbagai negara, situasi Haiti saat ini sangat istimewa, dengan cara langsung menyuarakan dukungan untuk Taiwan.
Direktur Jenderal Divisi Internasional Kemenlu Jonathan Sun (孫儉元) mengatakan, “konten yang disampaikan menekankan nasib ditentukan sendiri oleh rakyat, nilai universal dan lainnya, pada dasarnya himbauan yang diserukan hampir serupa dengan apa yang diminta Taiwan, maka pihak kami sangat mengapresiasi, karena memberikan suara dukungan di masa-masa sulit.”
Berkaitan dengan negara-negara yang memiliki pandangan sepaham, Kemenlu mengatakan, Presiden Ceko Petr Pavel dalam sidang debat umum mengutarakan perhatiannya terhadap situasi Laut Taiwan, serta mengecam tindakan RRT yang terus memprovokasi situasi tegang pada kawasan regional. Menlu AS Antony Blinken bertemu dengan Wapres RRT Han Zheng (韓正), saat dialog menekankan betapa pentingnya stabilitas dan perdamaian Laut Taiwan.
Menlu Jepang, Yoko Kamikawa mewakili menteri luar negeri G7 menyampaikan bahwa pentingnya perdamaian dan stabilitas Laut Taiwan terhadap keamanan internasional dan kemakmuran yang tidak boleh terabaikan, serta mendukung niat Taiwan ikut berpartisipasi dalam organisasi internasional. Selain itu, anggota parlemen dari AS, Kanada, Meksiko, Spanyol, Irlandia, Hongaria, Slovakia, Brasil dan negara anggota lainnya telah meloloskan resolusi persahabatan dengan Taiwan, menyampaikan surat resmi kepada kesekretariatan PBB dan media, dengan berbagai cara mengutara suara dukungan untuk Taiwan.