(Taiwan, ROC) --- Insiden kebakaran besar yang melanda pabrik bola golf “Launch Technologies 明揚國際” di Pingtung menjatuhkan banyak korban.
Hari ini (27/9), Menteri Dalam Negeri, Lin Yu-Chang (林右昌), menyatakan bahwa berdasarkan ketentuan kompensasi bagi petugas pemadam kebakaran yang gugur dalam tugas, mana setiap petugas akan menerima kompensasi sekitar NT$28 juta, dan akan ditempatkan di Martyrs' Shrine.
Pada saat yang sama, pemerintah akan meningkatkan bonus bagi pelapor. Mengenai sanksi yang terlampau rendah untuk penyimpanan berlebih dari bahan kimia milik pihak pabrik, Lin Yu-Chang mengakui bahwa pihaknya mendukung dilakukan amandemen pada hukum terkait.
Pada tanggal 27 September 2023, Komite Dalam Negeri Yuan Legislatif mengundang Menteri Dalam Negeri, Lin Yu-Chang, dan Kepala Ditjen Pemadam Kebakaran, Hsiao Huan-chang (蕭煥章), untuk memberikan laporan khusus perihal insiden kebakaran di pabrik bola golf “Launch Technologies 明揚國際”, Pingtung.
Penyelidikan yang dilakukan otoritas Pingtung menemukan bahwa di dalam lokasi pabrik tersimpan "peroksida organik" yang jumlahnya melebihi batas yang diizinkan, yakni lebih banyak 30 kali.
Berdasarkan regulasi saat ini, denda maksimal yang akan dikenakan berkisar NT$ 300.000. Anggota Yuan Legislator dari Partai Progresif Demokratik (DPP), Chang Hung-lu (張宏陸), meragukan bahwa denda tersebut terlalu rendah.
Menteri Lin Yu-Chang mengakui bahwa nilai denda memang relatif rendah dan mendukung dilakukannya amandemen pada hukum terkait.
Menteri Lin Yu-Chang mengatakan, "Tetapi saat ini, untuk penyimpanan berlebih untuk barang berbahaya publik, denda maksimalnya adalah NT$ 300.000, dan bagi pelaku bisnis yang nakal, nilai denda ini terlampau ringan, maka saya mendukung dan setuju dengan pendapat anggota Yuan Legislator untuk mengamendemen hukum terkait."
Anggota Yuan Legislator dari Partai Taiwan People’s Party (TPP), Chen Yu-chen (陳玉珍), mempertanyakan unit mana yang bertanggung jawab atas inspeksi keamanan kebakaran, dan apakah perbaikan telah dilakukan setelah laporan kegagalan pemeriksaan terhadap peralatan keselamatan kebakaran dilakukan pada November 2022.
Dia juga menanyakan siapa yang bertanggung jawab ketika perusahaan menyimpan bahan kimia dalam jumlah berlebihan, yang menghambat hak evakuasi petugas pemadam kebakaran.
Menteri Lin Yu-Chang menjelaskan bahwa karena adanya berbagai sistem hukum, tanggung jawab masih sedang diklarifikasi. Pemerintah tidak akan menghindar dan akan meninjau situasi ini secara menyeluruh, dengan tetap merujuk pada bukti ilmiah.
Menurut laporan khusus dari Kementerian Dalam Negeri (MOI), untuk mendorong masyarakat melaporkan tindakan pelanggaran, maka pemerintah akan meningkatkan nilai bonus bagi para pelapor.
Sesuai dengan "Undang-undang Pemadam Kebakaran", pelapor saat ini dapat menerima sebagian dari nilai denda, yakni berkisar NT$20.000 hingga NT$300.000. Namun, setelah ditinjau, sebagian besar daerah menetapkan bonus berdasarkan 5% hingga 10% dari jumlah denda.
Oleh karena itu, MOI akan mengusulkan agar semua pemerintah daerah mempertimbangkan untuk merevisi regulasi ini dengan meningkatkan persentase denda yang dialokasikan untuk bonus, guna mendorong karyawan melaporkan tindakan pelanggaran.
Selain itu, mengenai empat petugas pemadam kebakaran yang gugur, Menteri Lin mengatakan, berdasarkan ketentuan kompensasi, maka setiap petugas yang gugur akan menerima kompensasi sekitar NT$28 juta dan akan ditempatkan di Martyrs' Shrine.