History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOA: Taiwan Tolak Impor Telur dari Tiongkok Karena Vaksinasi

  • 27 September, 2023
  • 尤繼富
MOA: Taiwan Tolak Impor Telur dari Tiongkok Karena Vaksinasi
MOA: Taiwan Tolak Impor Telur dari Tiongkok Karena Vaksinasi

(Taiwan, ROC) --- Publik di Taiwan mempertanyakan mengapa pemerintah tidak mengimpor telur dari kawasan Taiwan. Menanggapi pertanyaan di atas, Animal and Plant Health Inspection Agency (APHIA) menyampaikan bahwa untuk memastikan keselamatan industri unggas di dalam negeri, maka negara yang masuk dalam perizinan daftar impor telur, haruslah negara yang tidak menggunakan vaksin flu unggas.

Mengingat telah menggunakan vaksin tersebut, maka Tiongkok tidak dimasukkan dalam daftar negara impor.

Menghadapi krisis pasokan telur di kawasan domestik Taiwan, maka Kementerian Pertanian (MOA) semenjak bulan Maret telah mengimpor telur secara khusus untuk mengisi kekurangan, dan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Juni tahun depan.

APHIA dalam rilis persnya menyatakan bahwa Tiongkok telah menggunakan vaksin flu unggas. Oleh karena itu, impor telur harus dilakukan dari negara yang tidak menggunakan vaksin untuk memastikan keselamatan industri unggas domestik.

Saat ini, Taiwan tidak menggunakan vaksin flu unggas. APHIA menjelaskan bahwa berdasarkan hasil diskusi dari kelompok ahli flu unggas, meski penggunaan vaksin flu unggas dapat mengurangi kematian, gejala, dan penyebaran virus pada ayam, tetapi vaksin tersebut tidak dapat mencegah ayam dari infeksi flu unggas sepenuhnya. Sebagian ayam bahkan dapat menjadi pembawa virus tanpa menunjukkan gejala klinis, yang justru meningkatkan risiko infeksi pada jenis unggas lainnya.

Kepala APHIA, Chiu Chui-chang (邱垂章), mengatakan, penggunaan vaksin pada ayam dapat meningkatkan potensi mutasi virus flu unggas di alam liar, yang mana bisa meningkatkan risiko infeksi pada mamalia dan manusia.

Terkait dengan apakah vaksin flu unggas dari Tiongkok merupakan vaksin hidup atenuasi, Chiu Chui-chang mengatakan bahwa informasi yang tersedia tidak begitu lengkap dan transparan, sulit untuk memastikan kebenarannya.

Apakah penggunaan vaksin hidup atenuasi akan mengganggu pemantauan sumber virus?

Menjawab pertanyaan di atas, Chiu Chui-chang mengatakan, beberapa vaksin atenuasi dibuat dengan manipulasi genetik, dengan menyisipkan urutan gen tertentu, sehingga memungkinkan untuk membedakan antara strain vaksin dengan strain liar.

Baik vaksin mati maupun vaksin hidup, kemampuan untuk membedakan apakah berasal dari lingkungan liar atau dari vaksin tergantung pada apakah ada urutan gen yang disisipkan, dan tidak ada hubungan langsung dengan vaksin mati atau hidup.

Komentar

Terbarumore