History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wanita Tunawisma Ini Memilih Hidup di Jalanan, Padahal Punya Rumah di Pusat Kota Taipei

  • 27 September, 2023
  • 尤繼富
Wanita Tunawisma Ini Memilih Hidup di Jalanan, Padahal Punya Rumah di Pusat Kota Taipei
Wanita Tunawisma Ini Memilih Hidup di Jalanan, Padahal Punya Rumah di Pusat Kota Taipei

(Taiwan, ROC) --- Di stasiun Taipei Main Station (TMS) yang ramai dengan lalu lalang masyarakat, kebanyakan penumpang hanya berhenti sebentar dan dengan cepat melanjutkan perjalanan mereka. Jarang ada yang meletakkan perhatian kepada para tunawisma yang membawa barang-barang mereka di pinggir jalan saat memasuki siang hari, sembari menunggu waktu berlalu.

Ketika malam tiba, mereka mulai mengumpulkan semua barang-barang mereka, kembali ke tempat yang mereka anggap milik mereka, dan dengan tenang tertidur.

Salah satunya adalah seorang wanita tua yang terlihat lemah dan renta, tetapi dengan gesit mendorong kursi rodanya yang penuh dengan barang-barang, bergerak cepat di sekitar stasiun, memilih lokasi untuk duduk dan meminta-minta.

Bagi banyak orang, dia tampak seperti tunawisma biasa, tetapi sedikit yang tahu kalau dia ternyata memiliki rumah tapi tidak bisa kembali ke sana.

Sumber Foto: CT WANT

Wanita dengan inisial A, yang kini berusia lebih dari 70 tahun, sering terlihat mendorong kursi rodanya di setiap sudut TMS. Meskipun posturnya tampak lemah, tetapi langkahnya tetap tegap. Rambutnya sudah jarang, dan dia mengenakan kaos yang sudah lusuh dan jelas tidak pas di tubuhnya. Jika mendekat, Anda bisa mencium aroma yang kurang sedap berasal dari tubuhnya.

Ketika ditelusuri lebih jauh, wanita ini ternyata memiliki properti rumah, yang terletak di Zhongshan North Road, Distrik Zhongshan, Kota Taipei.

Berdasarkan data terbaru, harga properti bekas di daerah tersebut berkisar antara NT$500.000 hingga NT$700.000 per ping (sekitar 3,3 meter persegi), sementara harga properti baru bisa mencapai lebih dari NT$ 1 juta per ping.

Meskipun wanita tua ini memiliki rumah, dia tampaknya tidak pernah kembali ke sana. Ketika polisi melakukan investigasi, tetangga di sekitarnya tidak mengenal wanita A dan mengaku tidak ada yang tinggal di dalam rumah itu, sehingga rumah tersebut dianggap kosong.

Salah satu media di Taiwan mengikuti A selama lebih dari seminggu, dan menemukan bahwa rutinitasnya di TMS sangat teratur. Ketika dia tidak bisa tidur di stasiun, dia akan mendorong kursi rodanya berkeliling di sekitar stasiun, kadang-kadang pergi ke toilet stasiun metro untuk mencuci muka.

A juga sesekali membawa mangkuk kertas, berdiri di area khusus penumpang taksi, meminta bantuan kepada mereka yang baru turun dari taksi. Dengan sedikit keberuntungan, dia bisa mendapatkan NT$ 100 hingga NT$ 200 untuk satu kali pemberian.

Sumber Foto: CT WANT

Dalam satu kesempatan, A pun berbagi sedikit cerita dengan wartawan. A berkisah bahwa selama lebih dari 10 tahun dirinya telah tinggal di sekitaran TMS. Pada suatu ketika, ada seorang pria tunawisma yang mencoba mendekatinya dan berharap menjalin hubungan dengannya.

Namun, setelah dia menolaknya, pria tersebut langsung berubah dan mulai membully dan mengasingkannya bersama dengan orang-orang lain. Untungnya, masih ada orang yang bijaksana yang membantunya di kala itu, sehingga ia bisa keluar dari kesulitan yang ada.

Hidup di jalanan memang penuh dengan ketidakpastian dan segudang risiko. Menurut pemantauan di lapangan, wartawan menangkap satu momen dimana ketika wanita tua tersebut sedang meminta-minta, tiba-tiba ada seorang pria yang mengenakan pakaian merek ternama dari ujung kepala hingga kaki, memegang tas LV dan mengenakan kalung emas, mendekat dan berbicara dengannya.

Pria itu terus "memperlihatkan" kalung emasnya dan berkali-kali mengatakan kepadanya, "Jika kamu terus begini, saya tidak akan membelikan kamu makanan," menimbulkan dugaan bahwa dia mungkin anggota dari geng penipuan yang mencoba merekrut tunawisma.

Sumber Foto: CT WANT

Dari rekaman putusan pengadilan, terungkap bahwa pengalaman masa lalu wanita A sebenarnya tidak jauh berbeda dari tunawisma pada umumnya. Ia pernah beberapa kali didakwa atas pencurian barang milik orang lain dan divonis bersalah.

Kemudian, karena alasan yang tidak jelas, seseorang mengajukan tuntutan ke pengadilan, mengklaim bahwa A berhutang lebih dari NT$ 6,4 juta kepadanya. Dan dari sinilah baru diketahui bahwa A memiliki properti di Distrik Zhongshan.

Namun, setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan, properti tersebut dinyatakan kosong dan tidak ada yang tinggal di sana, sehingga tuntutan hukum tersebut ditolak.

Komentar

Terbarumore