(Taiwan, ROC) --- Sebuah tantangan bertajuk, "One Chip Challenge" (Tantangan Satu Keripik) tengah populer di platform media sosial TikTok. Para peserta ditantang untuk mencoba keripik kentang yang dibuat dengan menggunakan cabai terpedas di dunia.
Namun, seorang remaja berusia 14 tahun di Massachusetts, AS, baru-baru ini mengalami sakit perut dan pingsan setelah memakan "keripik paling pedas di dunia". Remaja tersebut sayangnya harus meninggal dunia.
Tantangan “One Chip Challenge” di TikTok telah dilihat lebih dari 2 miliar kali. Para peserta hanya perlu mencoba keripik yang dibuat dari cabai "Carolina Reaper" dan berbagi pengalaman mereka untuk menyelesaikan tantangan yang ada.

Di Amerika Serikat, seorang remaja berusia 14 tahun, ditantang oleh teman-temannya untuk mencoba "keripik paling pedas di dunia".
Tak lama setelah mencoba, sang remaja pun langsung merasa sakit di bagian perutnya. Meskipun merasa lebih baik setelah istirahat di rumah, sang remaja diketahui pingsan saat mengikuti seleksi tim bola basket pada hari yang sama.
Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi sayangnya meninggal dunia. Penyebab kematian remaja tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang, dan kasus ini masih dalam penyelidikan. Keluarga remaja tersebut mengajak seluruh pengguna internet untuk menghentikan tantangan media sosial ini.

Tantangan “One Chip Challenge” di TikTok telah dilihat lebih dari 2 miliar kali.
"Carolina Reaper", Cabai Terpedas di Dunia
Dokter spesialis gastroenterology di Taiwan, Zheng Hong-zhi (鄭泓志), menyatakan, standar yang sering digunakan untuk mengukur kepedasan adalah unit Scoville. Sebagai contoh, cabai biasa memiliki tingkat kepedasan sekitar 500 hingga 1.000 unit Scoville.
Namun, cabai yang digunakan dalam keripik terpedas, yaitu "Carolina Reaper", memiliki kepedasan yang mencapai 2,2 juta unit Scoville, jauh melebihi cabai yang biasa kita makan.

Dampak Makan Pedas Terhadap Tubuh
Cabai adalah salah satu bumbu dapur yang sering digunakan, dan dalam banyak budaya dianggap sebagai obat.
Dokter Zheng Hong-zhi berbagi akan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa makan makanan pedas dapat merangsang tubuh untuk melepaskan zat yang disebut "endorfin", yang memberikan perasaan senang.
Namun, dampak makanan pedas terhadap tubuh tidak boleh dianggap remeh. Dokter Zheng Hong-zhi menjelaskan bahwa makanan pedas memiliki dampak signifikan terhadap lambung dan jantung.
Lambung:
Makan makanan pedas dapat meningkatkan produksi asam lambung. Konsumsi yang berlebihan atau dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gastritis. Kapsaisin (komponen aktif cabai), dalam cabai dapat merangsang saluran pencernaan, menyebabkan sakit perut, diare, dan masalah sistem pencernaan lainnya.
Jantung
Cabai super pedas seperti "Carolina Reaper" dapat merangsang sistem saraf simpatis, menyebabkan peningkatan tekanan darah dan mempercepat detak jantung. Ini dapat meningkatkan risiko aritmia atau serangan jantung.
Dalam kasus ekstrem, hal ini bahkan bisa menyebabkan jantung berhenti berdetak. Oleh karena itu, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki masalah jantung atau masalah kesehatan lainnya, sebaiknya berhati-hati saat mengonsumsi makanan yang sangat pedas.
Kenapa setelah makan pedas, anus akan terasa perih setelah buang air besar?
Beberapa orang setelah makan hot pot atau makanan pedas lainnya, saat buang air besar sedikit banyak akan merasakan sakit di daerah anus.
Dokter Zheng Hong-zhi menjelaskan bahwa makanan pedas mengandung Kapsaisin, yang ketika bersentuhan dengan jaringan tubuh, dapat menyebabkan rasa sakit dan panas.
Kapsaisin tidak sepenuhnya dapat diserap oleh saluran pencernaan, sehingga saat buang air besar, zat ini mungkin masih ada di feses dan saat melewati anus, bisa menimbulkan rasa sakit.
Namun, rasa sakit di anus juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Jika rasa sakit terus berlangsung lama, maka segeralah menuju rumah sakit atau klinik untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Dokter Zheng Hong-zhi Bagikan 5 Tips Makan Pedas dengan Aman
Dokter Zheng Hong-zhi menyatakan bahwa makan makanan pedas harus sesuai dengan kemampuan setiap individu, jangan mengejar sensasi ekstrem sampai-sampai merugikan tubuh sendiri.
Berikut adalah 5 cara untuk makan pedas dengan aman:
1. Mulai dengan takaran yang sesuai.
Setiap orang memiliki toleransi terhadap kadar pedas yang berbeda. Saat mencoba cabai atau produk cabai baru, disarankan untuk mulai dengan jumlah yang sedikit.
2. Jangan makan pedas saat perut kosong.
Hal ini dapat meningkatkan produksi asam lambung dan membuat perut menjadi lebih mudah teriritasi. Sebelum makan makanan pedas, makanlah sedikit roti atau nasi untuk mengurangi iritasi langsung dari cabai ke perut.
3. Minum banyak air.
Ini tidak hanya dapat meredakan rasa terbakar di mulut dan lidah, tetapi juga membantu membuang Kapsaisin dari tubuh lebih cepat.
4. Waktu yang tepat untuk makan pedas.
Hindari makan makanan pedas berlebihan setelah olahraga intens atau setelah minum alkohol.
5. Padukan dengan makanan lain.
Konsumsi cabai bersama makanan yang bersifat sejuk dapat mengurangi iritasi pada perut.
Jika Anda merasa tidak nyaman di perut setelah makan makanan pedas, disarankan untuk minum sedikit susu dingin atau makan roti untuk menetralkan rasa pedas, hal ini dapat meredakan sensasi terbakar di perut.
Dokter Zheng Hong-zhi menjelaskan, meskipun bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, tetapi makan pedas dengan porsi yang tepat juga memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti meningkatkan metabolisme dan meningkatkan nafsu makan.
Kita harus mengetahui seberapa besar kadar kepedasan yang dapat diterima oleh tubuh kita, dan lebih baik jangan mengejar sensasi-sensasi ekstrem.