(Taiwan, ROC) --- Mengasup menu sarapan yang salah ternyata bisa berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker.
Dokter dan ahli nutrisi di Taiwan, Liu Bo-ren (劉博仁), dalam kolom "早安健康" (baca: Zǎo ān jiànkāng) menuliskan, ada 10 faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker. Termasuk genetika, infeksi, merokok, mengonsumsi makanan olahan, minum alkohol, paparan radiasi ionisasi atau sinar ultraviolet, hormon, asupan toksin jamur, pola makan, serta paparan bahan kimia seperti asbes, formaldehida, benzena, dan pestisida di tempat kerja.
Secara gamblang, Liu Bo-ren menyampaikan bahwa 'toksin jamur (mikotoksin)' mungkin tampak jauh dari kehidupan sehari-hari, tetapi sebenarnya sudah ada dalam makanan kita.
Menurut Badan Penelitian Kanker Internasional, 'Toksin jamur' adalah 'karsinogen kelas satu'.

Sumber Foto: TVBS News
Bahan makanan seperti bubuk kopi yang terkontaminasi, bubuk kacang tanah, selai kacang, tauco, tahu bau, dan jagung, bisa saja mengandung aflatoksin (salah satu jenis mikotoksin hasil metabolisme kapang).
Liu Bo-ren kemudian membagikan sebuah kasus di mana ada seorang wanita yang tidak memiliki kebiasaan minum alkohol dan juga tidak memiliki riwayat hepatitis B atau C, tetapi suatu hari ia mengalami masalah pencernaan.
Setelah diperiksa, ia didiagnosis menderita kanker, yang bahkan telah menyebar hingga ke organ paru-paru.
Jika wanita ini sehat, mengapa ia menderita kanker hati?
Menjawab pertanyaan di atas, Liu Bo-ren menyampaikan bahwa ini mungkin berkaitan dengan kebiasaan sarapan yang dimilikinya.
Liu Bo-ren mengungkapkan, selama lebih dari 20 tahun, wanita bersangkutan selalu makan "roti selai kacang" untuk sarapan.
Diperkirakan bahwa ia mungkin terkena toksin jamur aflatoksin dari kacang tanah yang telah terkontaminasi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Dokter juga menyarankan bahwa makan kacang tanah segar dengan kulit ternyata bisa mengurangi risiko terkena toksin jamur aflatoksin.

Sumber Foto: TVBS News
Selain itu, daging olahan juga telah dikategorikan sebagai "karsinogen kelas satu" oleh Badan Penelitian Kanker Internasional, meliputi sosis, daging asap, ham, dan bacon.
Liu Bo-ren menerangkan, jenis makanan olahan di atas mengandung nitrit. Ketika nitrit bergabung dengan makanan yang tinggi amina, akan terbentuk nitrosamin, suatu karsinogen yang terkait dengan kanker perut, kanker hati, kanker esofagus, dan kanker pankreas.

Sumber Foto: TVBS News