Polisi di Distrik Tamsui, Kota New Taipei, baru-baru ini meringkus seorang PMI ilegal. Dari pemeriksaan tersebut, polisi pergi ke rumahnya dan menemukan seorang pria dan dua wanita lainnya, serta dua balita. Salah satu pria di antara mereka ternyata adalah buronan yang dicari oleh kepolisian. Akhirnya, semua orang yang tinggal di sana digelandang ke Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi untuk dideportasi ke Indonesia.
Pada 14 September, polisi Tamsui melihat seorang pengendara sepeda motor di sebelah mereka yang terlihat gelisah. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menghentikannya dan memeriksanya. Pria tersebut mengklaim bahwa dia adalah penduduk suku asli Taiwan, tetapi tidak dapat menjawab pertanyaan tentang suku asalnya. Akhirnya, identitasnya sebagai seorang pekerja migran kaburan terungkap.
Pria yang tertangkap tersebut yang terlihat memohon kepada petugas agar mereka membiarkannya pergi, dengan mengatakan, "Saya tidak punya uang di Indonesia!" Petugas melihat bahwa sepeda motornya penuh dengan bahan makanan dan mereka menduga bahwa di rumahnya mungkin ada PMI ilegal. Oleh karena itu, polisi pergi ke rumahnya.
Polisi masuk ke dalam rumah dan menemukan 1 pria, 2 wanita, dan 2 anak balita yang sedang sibuk menyusun makan malam. Di kamar mandi, ada seorang pria yang sedang mandi, tetapi ketika mendengar suara polisi, dia enggan membuka pintu. Polisi memberitahu pemilik rumah untuk mencari seorang tukang kunci. Seorang pria WNI (36 tahun) akhirnya keluar dengan tergesa-gesa sambil mengenakan handuk.
Polisi melakukan pemeriksaan identitas di tempat kejadian. Dari keempat orang dewasa tersebut, hanya terdapat seorang PMI wanita legal, sementara sisanya berstatus kaburan. Salah satunya adalah Sandi dan Yanti (nama samaran) yang melahirkan dua anak yang berusia 3 tahun dan 1 tahun selama masa pelarian mereka. Sandi ternyata juga berstatus buron karena terlibat dalam kasus penipuan.
Satu-satunya PMI yang berstatus legal bersembunyi di dalam toilet. Dia ternyata juga sedang hamil. Ketika mendengar suaminya akan dideportasi, dia terus memohon dan berkata dia ingin pulang bersama suaminya ke Indonesia.
Polisi mengatakan, keempat pekerja migran tersebut datang ke Taiwan untuk bekerja di industri elektronik. Mereka kabur karena upah yang rendah dan mencari pekerjaan sambilan untuk mengumpulkan uang sebelum kembali ke kampung halaman mereka. Mereka tinggal bersama-sama sebagai teman sekamar dan saling merawat satu sama lain. Setelah pemeriksaan, Sandi akan dikirim ke Kejaksaan Distrik Taoyuan, sementara dua pria, satu wanita, dan dua anak kecil lainnya akan dideportasi ke Indonesia.



(foto: Yahoo)