History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Sidang Umum PBB, 3 Negara Sahabat Menyuarakan Taiwan

  • 20 September, 2023
  • 尤繼富
Sidang Umum PBB, 3 Negara Sahabat Menyuarakan Taiwan
Sidang Umum PBB, 3 Negara Sahabat Menyuarakan Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Perhelatan Sidang Umum PBB ke-78 dimulai pada tanggal 19 September 2023. Negara-negara sahabat seperti Guatemala, Paraguay, dan Palau mendesak PBB untuk segera menerima partisipasi Taiwan.

Presiden Guatemala, Alejandro Giammattei Falla, menekankan pentingnya multi-lateralisme baru yang menonjolkan inklusivitas dan universalitas PBB.

Ia menggarisbawahi bahwa Taiwan telah memberikan banyak kontribusi di bidang sains, teknologi tinggi, medis, dan pembangunan. Ironinya, PBB tidak memberikan wakil bagi rakyat Taiwan untuk bersuara dalam organisasi internasional ini.

Ia pun kemudian bertanya, "Bagaimana mungkin di abad ke-21, organisasi ini masih mengecualikan negara seperti Taiwan?"

Ketegangan hubungan antara Taiwan dengan Tiongkok meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Otoritas Beijing diberitakan meningkatkan retorika dan tindakan militer terhadap Taiwan, termasuk mengirim kapal dan pesawat mereka ke wilayah perairan dan udara di sekitar Taiwan. Hal ini tentunya telah menarik perhatian komunitas internasional.

Presiden Alejandro Giammattei Falla menyampaikan, Guatemala telah mendesak PBB untuk berupaya semaksimal mungkin dalam memastikan perdamaian internasional dan keamanan di Selat Taiwan. Ia mengutuk peningkatan aktivitas militer di sekitar perairan dan udara Taiwan, yang mengancam keamanan regional, yang mana dapat mempengaruhi transportasi dan perdagangan internasional.

Di lain pihak, Presiden Palau, Surangel Whipps Jr., menyampaikan, Taiwan memiliki kepemimpinan yang luar biasa dengan berbagai solusi inovatif, tetapi ironinya Taiwan dikesampingkan oleh PBB.

Palau mendesak PBB untuk menyertakan partisipasi Taiwan di dalam agenda-agenda penting seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dan lembaga-lembaga khusus lainnya.

Presiden Surangel Whipps Jr. mengatakan, "23 juta penduduk Taiwan memiliki banyak hal yang dapat mereka tawarkan kepada dunia. Piagam PBB menyatakan bahwa semua rakyat dan negara memiliki hak yang sama. Kami mendesak PBB untuk mempertahankan visi ini dengan membiarkan Taiwan berpartisipasi dan berkontribusi."

Selain itu, Presiden Surangel Whipps Jr. juga mengucapkan terima kasih kepada Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia serta negara-negara mitra lainnya yang telah memberikan bantuan saat Palau menghadapi hambatan pertumbuhan ekonomi akibat aliran keluar penduduknya, dengan menyediakan pelatihan kerja.

Presiden Paraguay, Santiago Pena Palacios yang mulai menjabat pada bulan Agustus mengomentari reformasi Dewan Keamanan PBB. Ia menyampaikan, struktur organisasi dan fungsi PBB harus mencerminkan situasi internasional dalam cara yang partisipatif, demokratis, dan adil, serta mengikuti prinsip-prinsip panduan Piagam PBB untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran bagi semua negara dengan cara yang setara.

Presiden Santiago Pena Palacios mengatakan, “Dalam hal ini, pemerintah Paraguay mendukung partisipasi Republik Tiongkok Taiwan sebagai bagian internal dari sistem PBB.”

Presiden Ceko, Petr Pavel yang menjabat pada bulan Maret tahun ini, mengadvokasi kerja sama dan mengutuk tindakan militer Tiongkok yang meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan, serta tindakan permusuhan terhadap beberapa mitra Ceko di Laut Tiongkok Selatan.

Dia menganjurkan penyelesaian perselisihan secara damai dan menyatakan bahwa setiap konflik bersenjata di kawasan Asia-Pasifik akan memiliki dampak negatif bagi seluruh dunia.

Komentar

Terbarumore