History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Makan Semakin Sedikit Malah Membuat Berat Badan Bertambah, Ini Kata Pakar Kesehatan Taiwan

  • 19 September, 2023
  • 尤繼富
Makan Semakin Sedikit Malah Membuat Berat Badan Bertambah, Ini Kata Pakar Kesehatan Taiwan
Makan Semakin Sedikit Malah Membuat Berat Badan Bertambah, Ini Kata Pakar Kesehatan Taiwan

Di era modern saat ini, semakin banyak orang mendambakan tubuh dengan berat badan ideal. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian mencari berbagai cara untuk menurunkan berat badan.

Mayoritas masyarakat beranggapan bahwa dengan “makan lebih sedikit”, maka mereka dapat menurunkan berat badan secepatnya.

Namun, seorang ahli nutrisi di Taiwan, Donna Chen (陳怡錞) menegaskan, “Makan terlalu sedikit hanya akan membuat Anda semakin gemuk!”

Hal di atas tentu mematahkan mitos umum yang kita kenal selama ini, yakni “makan sedikit dapat membuat seseorang kurus”.

Melalui akun di media sosial Facebook, ahli nutrisi Donna Chen mengungkapkan bahwa dirinya sering menemukan kasus banyaknya masyarakat yang akan “menghindari untuk mengasup karbohidrat” selama periode diet.

Beberapa bahkan sangat takut akan lemak, bahkan makanan yang dikonsumsi kebanyakan direbus atau dikukus, dan jumlah yang dimakan sangat sedikit. Namun demikian, mereka tetap kesusahan untuk menurunkan berat badan, sebaliknya volume lemak dalam tubuh mereka terkadang malah meningkat.

Tidak sedikit dari warga yang beranggapan “semakin diet, malah membuat tubuh semakin gemuk”.

Donna Chen menekankan, jika tidak mengubah pola pikir tentang makanan, maka seseorang mungkin akan terjebak dalam siklus berat badan yang konstan, yaitu berat badan turun, lalu meningkat lagi, kemudian turun lagi dan meningkat lagi.

 

Donna Chen kemudian menjabarkan enam alasan utama mengapa fenomena ini bisa terjadi:

1. Makan terlalu sedikit menurunkan laju metabolisme dasar.

Konsumsi kalori yang sangat sedikit, akan membuat sisa kalori berujung pada kegemukan.

2. Makan terlalu sedikit menyebabkan hilangnya massa otot.

Kehilangan otot mengakibatkan penurunan laju metabolisme dasar, sehingga membuat tubuh lebih mudah kembali gemuk.

3. Makan terlalu sedikit tidak memberikan rasa kenyang.

Tanpa rasa kenyang, manusia akan cenderung mengonsumsi makanan cepat saji berkalori tinggi di antara waktu makan atau makan malam menjelang tidur, yang tentu saja malah akan menambah berat badan.

4. Makan terlalu sedikit mempengaruhi sekresi hormon pencernaan.

Hal ini akan membuat tubuh tidak mampu menekan nafsu makan, sehingga manusia akan cenderung makan sembarangan.

5. Makan terlalu sedikit mempengaruhi sekresi hormon sel lemak.

Hal ini juga akan menyebabkan ketidakmampuan untuk menekan nafsu makan.

6. Makan terlalu sedikit tidak memberikan rasa aman secara psikologis.

Ketika merasa tidak aman atau berada dalam tekanan stres, manusia cenderung makan berlebihan untuk melampiaskan emosi yang ada. Hal tersebut akan membuat upaya penurunan berat badan menjadi tidak konsisten.

Komentar

Terbarumore