(Taiwan, ROC) --- Ujian memperoleh SIM (Surat Izin Mengemudi) di Taiwan dianggap sebagian pihak terlampau mudah, dengan tingkat kelulusan untuk SIM mobil lebih dari 60% dan untuk sepeda motor hampir mendekati 50%.
Kondisi ini sering kali dianggap sebagian pihak sebagai salah satu pemicu tingginya insiden kecelakaan di Taiwan.
Menanggapi hal di atas, Kementerian Perhubungan di Taiwan (MOTC) telah berkali-kali mereformasi regulasi penerbitan SIM.
Pada tanggal 15 September 2023, MOTC mengumumkan pihaknya telah merevisi beberapa regulasi, seperti "Peraturan Keselamatan Berkendara", "Metode Pelatihan Keselamatan Berkendara", serta "Standar Penanganan Pelanggaran Lalu Lintas".

Kantor Pengawasan Transportasi Publik yang berada di bawah naungan MOTC menyampaikan bahwa demi meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan jalan raya, kini ada ketentuan baru untuk penerbitan SIM dengan masa berlaku singkat teruntuk mereka yang memiliki catatan pelanggaran serius. Bergantung pada seberapa berat pelanggaran yang dilakukan, masa berlaku SIM yang diberikan bisa berkisar 2 tahun, 3 tahun, atau 6 tahun.
Sebelum mendapatkan SIM singkat ini, pengemudi juga harus mengikuti kursus keselamatan lalu lintas selama 3 jam dan menyelesaikan pembayaran denda yang ada.
Berdasarkan data statistik, setiap tahunnya ada sekitar 80.000 orang di Taiwan yang kehilangan hak mengemudi karena SIMnya dicabut atau disita.
Kantor Pengawasan Transportasi Publik menyebutkan, bagi mereka yang SIM nya dicabut dan ingin mengajukan kembali, maka akan diberikan SIM dengan masa berlaku 2 tahun.
Jika SIM disita lebih dari 1 tahun, maka mereka akan menerima SIM dengan masa berlaku 3 tahun.
Sementara jika disita kurang dari 1 tahun, maka mereka akan diberikan SIM dengan masa berlaku 6 tahun.
Rencananya, ketentuan ini akan mulai diterapkan pada tanggal 1 Maret tahun 2024 mendatang.