History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Harga Sayur Sejuta Umat di Taiwan Ini Sangat Berfluktuasi

  • 17 September, 2023
  • 尤繼富
Harga Sayur Sejuta Umat di Taiwan Ini Sangat Berfluktuasi
Harga Sayur Sejuta Umat di Taiwan Ini Sangat Berfluktuasi

(Taiwan, ROC) --- Pada awal September kemarin, sebagian wilayah Taiwan dilewati oleh taifun. Hal tersebut kemudian membuat harga sayur-mayur meningkat tajam.

Bahkan di Penghu sempat muncul kubis yang dihargai NT$ 400, menggemparkan seluruh masyarakat.

Pada saat itu, kubis memang menjadi begitu mahal sehingga banyak orang enggan membelinya.

Bahkan, ada toko yang menjual baozi (包子) dengan isian kubis, memilih untuk tutup sementara.

Harga 1 kubis NT$ 414 muncul pada awal September, menggegerkan masyarakat Taiwan.

 

Di Taiwan sering terdengar istilah 菜金菜土 (baca: cài jīn cài tǔ), secara harfiah dapat diartikan “sayuran layaknya emas, dan sayuran layaknya tanah”.

Idiom di atas digunakan untuk menggambarkan fluktuasi harga sayuran yang sangat tinggi (layaknya emas) dan rendah (layaknya tanah).

Pepatah ini tampaknya paling cocok diterapkan pada tren harga kubis di Taiwan.

Pada bulan April 2023, produksi kubis di Taiwan sangat berlimpah. Bahkan petani sayur memperbolehkan masyarakat memetik sendiri dengan harga hanya NT$ 10 per buah.

Dari NT$ 10 hingga NT$ 400, fluktuasi harga kubis di Taiwan bisa berbeda mencapai 40 kali lipat.

Harga kubis di Taiwan sangat berfluktuasi. Pada bulan April 2023, harga 1 kubis berada di kisaran hanya puluhan NT$

 

Lima daerah utama produksi kubis di Taiwan terletak di Kabupaten Yunlin, Kabupaten Nantou, Kabupaten Yilan, Kabupaten Changhua, dan Kota Taichung.

Total area penanaman kubis di seluruh Taiwan berkisar 8.500 hektar dengan produksi tahunan melebihi 420.000 ton, menjadikannya sayuran dengan produksi terbesar di Taiwan.

Rata-rata, setiap orang di Taiwan akan mengonsumsi 18 kilogram kubis setiap tahunnya.

Dibutuhkan sekitar 90 hingga 100 hari untuk menanam kubis hingga bisa dipanen.

Selama periode tanam tersebut, cuaca di Taiwan bisa berubah dengan cepat dan sulit diprediksi.

Risiko terbesar adalah ketika petani berbondong-bondong menanam pada waktu yang sama, mengakibatkan produksi berlebih dan harga akan jatuh drastis.

Komentar

Terbarumore