(Taiwan, ROC) -- Kontroversi terkait telur impor terus merebak. Pihak industri menunjukkan bahwa Kementerian Pertanian tidak mengatur tanggal kadaluarsa telur impor, sehingga menyebabkan kesalahan pelabelan. Terkait dengan hal ini, Kementerian Pertanian telah mengeluarkan rilis pers pada 14 September malam, menyampaikan bahwa telur-telur impor akan ditandai di rak setelah dicuci dan dipilah, dan masa berlaku yang tertera pada sumber negara pengekspor harus diikuti.
Kementerian Pertanian secara penuh bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan untuk mengecek alur pelabelan telur yang salah. Jika ditemukan adanya pelanggaran, maka mereka pun akan diproses secara hukum untuk memastikan keamanan pangan bagi para konsumen.