History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Banjir Bandang di Libya, Kemenlu Taiwan Donasikan 1 Juta Dolar AS

  • 15 September, 2023
  • 陳柏萇
Banjir Bandang di Libya, Kemenlu Taiwan Donasikan 1 Juta Dolar AS
Banjir Bandang di Libya, Kemenlu Taiwan Donasikan 1 Juta Dolar AS

\(Taiwan, ROC) – Bagian timur Libya mengalami dampak buruk akibat Badai Mediterania Daniel yang menyebabkan hujan lebat, serta memicu banjir bandang dan merusak bendungan air, mengakibatkan bencana yang sangat parah dengan banyak korban jiwa. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada Kamis (14/9) mengumumkan, pihaknya akan menyumbangkan sebanyak 1 juta dolar AS untuk membantu pengungsian dan upaya pemulihan pasca bencana.

MOFA menyampaikan, setelah mengetahui Libya dilanda banjir pihaknya telah menginstruksikan Kantor Perwakilan di Yordania yang juga menangani Libya untuk menyampaikan rasa duka cita dan simpati dari pemerintah serta rakyat Taiwan kepada Kedutaan Besar Libya di Yordania, serta menawarkan bantuan.

MOFA menuturkan, meskipun Taiwan dan Libya tidak memiliki hubungan diplomatik dan saat ini juga tidak memiliki kantor perwakilan resmi antara satu sama lain, tetapi karena dampak bencana yang terus meluas dan jumlah korban juga terus bertambah, berdasarkan semangat kemanusiaan yang mendorong kita untuk peduli terhadap sesama, MOFA akan menyumbangkan bantuan sebesar 1 juta dolar AS kepada pemerintah Libya, guna membantu pengungsi dan upaya pemulihan pasca bencana. Mereka juga berharap agar para korban bencana dapat segera mendapatkan bantuan dan kembali ke kehidupan mereka seperti biasanya.

Bagian timur Libya telah dilanda Badai Daniel, yang pada tanggal 10-11 September mencetak rekor curah hujan tertinggi sepanjang sejarah di daerah pegunungan, memicu banjir bandang dan menyebabkan banjir parah di daerah perkotaan seperti Derna dan Benghazi. Dalam beberapa hari terakhir jumlah korban dalam bencana tersebut terus bertambah. Menurut data pemerintah Libya hingga tanggal 14 September, jumlah kematian telah melebihi 5.300 orang dan lebih dari sepuluh ribu orang dilaporkan menghilang.

Komentar

Terbarumore