(Taiwan, ROC) --- Organisasi asal Meksiko, CCPSCJ, baru-baru ini merilis daftar peringkat "40 Kota Paling Berbahaya di Dunia" untuk periode tahun 2022. Sebagian besar kota yang masuk dalam daftar di atas berlokasi di belahan bumi barat, mayoritas berada di Amerika Utara.
Meksiko sendiri memiliki 15 kota yang masuk ke dalam daftar tersebut, mendominasi 9 dari 10 posisi teratas. Alasan utama kematian di kota-kota ini meliputi kekerasan geng, penembakan massal, kemiskinan, dan pertumbuhan penduduk yang cepat.
Media asal Inggris, “Daily Mail” mewartakan, lebih dari setengah jumlah kota yang masuk dalam daftar, berada di Amerika Utara.

Dari 10 daftar kota yang ada, sembilan di antaranya berada di Meksiko, termasuk kota Colima yang menduduki peringkat pertama. Ini merupakan tahun keenam berturut-turut bagi kota tersebut menduduki puncak daftar.
Kota Colima dengan populasi sekitar 330.000 jiwa, mencatat 601 kasus pembunuhan dalam setahun, dengan rata-rata 182 kasus pembunuhan per 100.000 penduduk.
Pada tahun 2011, media Inggris lainnya, "Financial Times" pernah menyertakan Colima sebagai kota kecil yang paling menarik bagi investor asing. Namun, hanya dalam waktu 10 tahun, kota tersebut berubah menjadi kota paling berbahaya di dunia.
Menurut informasi AS, karena posisinya yang berada di pesisir Pasifik, Colima sering dijadikan gerbang impor narkoba oleh sindikat kejahatan. Ada empat kelompok perdagangan narkoba besar yang saling bersaing di sana. Pembunuhan, penculikan, pemerasan, dan perampokan terjadi hampir setiap hari.
Para anggota geng bahkan sering terlibat pertarungan sengit dengan aparat kepolisian, sementara pemerintah tampaknya tidak mampu mengendalikan situasi.
Pada tahun 2011, media Inggris lainnya, "Financial Times" pernah menyertakan Colima sebagai kota kecil yang paling menarik bagi investor asing.
Satu-satunya kota yang masuk dalam daftar 10 besar dan bukan berada di Meksiko, hanya New Orleans, yang berada di peringkat ke delapan.
New Orleans, dengan populasi lebih dari 370.000 jiwa, dilaporkan telah terjadi 266 kasus pembunuhan pada sepanjang tahun lalu, dan 97% di antaranya disebabkan oleh kekerasan penggunaan senjata api.
Ada enam kota AS lainnya yang masuk dalam daftar tersebut, termasuk Baltimore, Detroit, Memphis, Cleveland, dan Milwaukee.