History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Gempa Maroko, Bangunan Mesjid Bersejarah Abad 12 Rusak Parah

  • 11 September, 2023
  • 尤繼富
Gempa Maroko, Bangunan Mesjid Bersejarah Abad 12 Rusak Parah
Gempa Maroko, Bangunan Mesjid Bersejarah Abad 12 Rusak Parah

(Taiwan, ROC) --- Sebuah gempa dahsyat berkekuatan 6,8 SR mengguncang Maroko, Afrika Utara pada tanggal 8 September 2023.

Hingga berita ini dirilis, sudah ada lebih dari 2.000 orang meninggal akibat gempa tersebut. Di samping itu, banyak bangunan hancur dan rusak, termasuk sebuah masjid bersejarah dari abad ke-12 yang kini rusak parah.

Para pakar berpendapat bahwa salah satu penyebab kerusakan besar adalah kurangnya desain tahan gempa pada bangunan di kawasan tersebut, mengingat gempa jarang terjadi di sana.

Menurut laporan dari media internasional, USGS menyebutkan bahwa pusat gempa berada di wilayah tengah pedalaman Maroko.

Pada tahun 1960, bagian barat daya Maroko juga pernah terkena gempa besar yang menewaskan lebih dari 12.000 orang. Gempa kali ini menjadi yang terbesar di wilayah itu dalam kurun 60 tahun belakangan.

Berdasarkan video dan foto yang beredar, tampak jelas banyak bangunan yang ambruk seketika pasca gempa.

Masjid Tinmal sebelum dan sesudah diguncang gempa 6,8SR

 

Masjid Tinmal, yang merupakan sebuah peninggalan dari abad ke-12 yang terletak di pegunungan Atlas Tinggi dan merupakan karya arsitektur klasik Almohad, juga mengalami kerusakan parah.

Profesor Seismologi dari Universitas Kagawa, Yoshiyuki Kaneda, menganalisis bahwa pusat gempa berada di persimpangan antara lempeng benua Eurasia dengan lempeng Afrika, di mana aktivitas gempa sebenarnya tidak sering terjadi di kawasan ini.

Menurut data USGS, dalam radius 500 kilometer dari pusat gempa, sejak tahun 1900 hanya terjadi 9 kali gempa dengan kekuatan di atas 5SR, dan ini merupakan pertama kalinya terjadi gempa dengan kekuatan di atas 6SR.

Banyak bangunan runtuh dan rusak, diprediksi karena tidak ada perencanaan desain bangunan yang tahan terhadap gempa.

 

Kaneda menunjukkan bahwa dari gambar yang ditampilkan di berita, bangunan di daerah yang terkena bencana tampak sangat berdempetan dan tua.

Karena jarangnya gempa besar yang terjadi di daerah tersebut, membuat bangunan setempat tidak dirancang tahan gempa, serta masyarakat lokal mungkin kurang sadar akan risiko terjadinya bencana.

Selain itu, gempa bersangkutan terjadi pada malam hari, yang mungkin juga menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak bencana.

Komentar

Terbarumore