(Taiwan, ROC) Direktorat Jenderal Bujet , Akutansi dan Statistik (DGBAS) hari ini (7/9) umumkan indeks harga konsumen (CPI) bulan Agustus mengalami peningkatan 2,52%, balik ke kurva inflasi 2%, staf DGBAS menyampaikan, dikarenakan pengaruh angin taifun yang menjadi faktor penyebab jangka pendek, memicu akan terjadi harga barang naik namun belum ada peningkatan harga.
Tingkat pertumbuhan CPI tahunan bulan Agustus sebesar 2,52%, mencatat angka tertinggi selama 7 bulan terakhir ini. Komite Khusus Kantor Statistik Umum DGBAS, Tsao Chih-hung曹志弘 menjelaskan, angin taifun bulan Agustus membawa hujan lebat, mendorong kenaikan harga buah dan sayur mayur, ditambah dengan kenaikan harga minyak internasional secara terus menerus. Apabila harga buah-buahan, sayur-mayur, bahan bakar minyak tidak ada perubahan, maka skala kenaikan CPI bulan Agustus relative 1,87% tidak berbeda jauh dengan bulan Juli yang mencatat 1,88%.
Tsao Chih-hung mengatakan, angin taifun melanda menyebabkan hujan lebat yang memengaruhi panen sayur dan buah, kerap kali memicu kenaikan harga sayur, setelah beberapa waktu, harga akan kembali stabil, akan tetapi bulan September masih akan ada taifun, diprediksikan skala kenaikan CPI September dan Agustus hampir sama.
Meskpun skala peningkaan CPI September diprakirakan akan melampaui angka 2%. Tsao Chih-hung menerangkan, jika bulan Agustus tidak mencakup buah-buahan dan sayur mayur serta sumber energi maka angka inti CPI bertambah 2,56%, untuk sektor pelayanan jasa tahunan meningkat 3,04%, peningkatan keduanya konvergensi. Seiring dengan usai liburan wisata musim panas, tren biaya jajanan luar mulai mendatar, inti CPI untuk layanan jasa berkemungkinan terjadi penurunan.
Berkaitan dengan CPI harga barang pokok yang dikuatirkan oleh masyarakat umum, bulan Agustus terjadi penyusutan skala kenaikan menjadi 4,2%, menjadi titik terendah baru dalam setengah tahun ini. Tsao Chih-hung mengemukakan, dikarenakan beberapa produk seperti telur, minyak sayur dan lainnya mengalami penurunan secara signifikan. Berdasarkan situasi harga barang saat ini, Tsao Chih-hung, beberapa harga barang yang mendapat pengaruh angin taifun seperti sayur, buahan menjadi barang yang paling dikonsumsi oleh masyarakat, belakangan ini harga kol ksemakin mahal, masyarakat sangat merasakan kenaikan harga sayuran, namun Tsao menekankan, “tekanan harga barang belum meningkat, ini adalah fenomena masa jangka pendek.”
Tsao lebih lanjut menjelaskan, Bank Sentral dunia terus melakukan kebijakan pengetatan moneter, menekan konsumsi, permintaan investasi, harga barang baku internasional jatuh, memengaruhi indeks harga impor Taiwan menurun selama 6 bulan berturut-turut, indeks harga produsen turun selama 5 bulan berturut-turut yang bermanfaat untuk menstabilkan kenaikan komoditas CPI, “tekanan inflasi terus menurun”.
Jika dibuat perbandingan dengan komoditas, sektor layanan jasa dengan harga dipatok kaku, sulit untuk diturunkan, Tsao mengatakan setelah pintu perbatasan negara dibuka pada Oktober tahub lalu, permintaan layanan entertainmen semakin meningkat, lebih tinggi daripada ekspetasi, diprakirakan pada kuartal 4 skala peningkatan ini mulai stabil.