Sebuah bangunan delapan lantai di Kaohsiung dengan usia lebih dari 50 tahun, terletak dekat dengan pelabuhan Cijin dan Teluk Sizihwan, menawarkan pemandangan indah, pegunungan dan laut.
Selain itu, bangunan ini juga berdekatan dengan stasiun MRT. Pemiliknya menawarkan harga jual sebesar NT$1 miliar, atau sekitar NT$8,6 juta dolar Taiwan per 1 ping (坪) (1 ping setara dengan 3,3 meter persegi).
Harga jual di atas hampir tiga kali lebih tinggi dari rata-rata harga jual tanah di Kaohsiung, yang berada di angka NT$3,6 juta dolar Taiwan per 1 ping.

Gedung ini berlokasi di Linhai Second Road, Kaohsiung. Bangunan ini memiliki delapan lantai dengan total luas sekitar 115 ping. Saat ini, pemilik ingin menjualnya dengan harga yang sangat tinggi, yaitu NT$1 miliar, sebuah angka yang membuat banyak warga lokal terkejut.
Salah seorang warga mengatakan, "Ini agak berlebihan. Kawasan ini sepertinya tidak semahal itu. Satu miliar terlalu mahal, saya lebih baik langsung membeli sebuah gedung besar saja."
Kepala toko agen properti Yu Hua-yu (余驊育) mengatakan, "Kami benar-benar terkejut. Orang-orang sangat penasaran apakah kami salah menetapkan harga. Kami mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada kesalahan, harganya memang satu miliar, dan pemilik properti juga sangat yakin dengan harga ini."
Pemilik bangunan sangat optimis mengenai potensi Kota Kaohsiung yang semakin berkembang, dan tetap teguh pada harga yang ditetapkannya.

Bangunan tua ini terletak di Distrik Yancheng, Kaohsiung, dekat dengan Sizihwan dan Cijin. Hanya membutuhkan sekitar satu menit untuk mencapai stasiun MRT. Selain itu, sekitar kawasan bangunan juga menawarkan pemandangan indah yang bisa melihat langsung kawasan pelabuhan.
Kepala cabang agen properti Yu Huayu menyatakan, "Memang, jika dihitung berdasarkan luas tanah, harganya seperti itu. Namun, pada masa mendatang, nilai tersebut tidak hanya meliputi tanah, tetapi juga bangunan di atasnya."
Meskipun lokasi tersebut menawarkan keindahan alam berupa pegunungan dan laut, serta kemudahan akses transportasi, apalagi juga didukung oleh fasilitas pariwisata yang sudah berkembang di sekitarnya, tetapi dengan penetapan harga yang melebihi batas maksimal harga properti di Kaohsiung, dirasa cukup sulit untuk mendapatkan pihak yang mau membeli bangunan tersebut.