(Taiwan, ROC) -- Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) saat ini sedang melakukan kunjungan diplomatik yang bertajuk "Bersama Merayakan Kerja Sama Persahabatan Diplomatik Berkesinambungan". Setibanya di Eswatini, negara sahabat diplomatik Taiwan di Benua Afrika, Presiden Tsai segera mengadakan pertemuan dengan Raja Eswatini, Raja Mswati III, dan bersama-sama menyaksikan upacara penandatanganan perjanjian kerja sama.
Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) hari ini (6/9) mengumumkan, bahwa pada hari kedatangan Presiden Tsai, pemimpin partai oposisi terbesar di Afrika Selatan, John Steenhuisen, yang juga menjabat sebagai ketua Partai Aliansi Demokrat (Democratic Alliance), mengunggah foto surat yang berisi kata sambutan kepada Presiden Tsai yang melakukan kunjungan keduanya ke Afrika Selatan. Tidak lupa, dia juga menandai akun Facebook Presiden Tsai serta membubuhkan tagar "#WlcmPresTSAI" (Selamat datang Presiden Tsai) dan "#TaiwanAfricaStride" (Taiwan dan Afrika melangkah maju bersama) di keterangan foto tersebut.
Dalam surat tersebut, John Steenhuisen mengungkapkan kegembiraannya kala melihat Eswatini yang juga merupakan anggota dari Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC), menyambut baik kedatangan Taiwan yang berprinsip demokratis, setelah sebelumnya Afrika Selatan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi BRICS yang juga dihadiri oleh Presiden Tiongkok, Xi Jin-ping (習近平).
Dia juga memuji prestasi Taiwan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Dia menilai kunjungan Presiden Tsai adalah bentuk komitmen yang jelas terhadap perluasan kerja sama antara Taiwan dan Afrika dalam bidang perdagangan dan pemberdayaan manusia.
MOFA sekali lagi menegaskan komitmen Taiwan untuk memperluas kerja sama dan pertukaran melalui Proyek Afrika. Kunjungan kedua Presiden Tsai ke Afrika yang disambut dengan antusiasme dan dukungan mencerminkan bahwa prinsip-prinsip diplomasi Taiwan, seperti sistem demokrasi dan ekonomi terbuka, serta kerja sama yang saling menguntungkan, telah diterima dan diakui oleh sahabat diplomatiknya di Afrika.