(Taiwan, ROC) -- Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) tiba di Eswatini, negara sahabat diplomatik Taiwan di Benua Afrika pada 5 September pukul 4 sore waktu setempat. Setibanya di sana, Tsai menerima sambutan meriah dari pemerintah Eswatini. Kemudian, Presiden Tsai mengadakan pertemuan bilateral dengan Raja Eswatini, Raja Mswati III, di mana keduanya bersama-sama menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian kerjasama, termasuk "Nota Kesepahaman Dana Bergulir Kredit Mikro Perempuan", "Perjanjian Kemitraan Kota Kaohsiung dan Kota Mbabane", dan "Kontrak Konstruksi OECC dan Perusahaan Minyak Eswatini".
Presiden Tsai mengungkapkan, selama 5 tahun terakhir, hubungan antara Taiwan dan Eswatini semakin erat, bahkan di tengah tantangan pandemi. Kerja sama dalam berbagai bidang, seperti kesehatan masyarakat, pemberdayaan perempuan, dan teknologi pertanian terus berlanjut tanpa henti, dan hasilnya semakin mengesankan. Beliau berharap, hubungan mitra antara Taiwan dan Eswatini dapat diperdalam lebih lanjut, baik dari tingkat nasional hingga daerah.
Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花) menjelaskan, dia hadir mewakili Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu (吳釗燮) untuk menandatangani "Nota Kesepahaman Dana Bergulir Kredit Mikro Perempuan". Ini merupakan bagian dari program besar dari Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) yang telah dimulai sejak 2020 untuk membantu perempuan di negara-negara berkembang dalam bidang wirausaha, manajemen keuangan, pembelajaran digital, dll. Program ini telah memberikan pelatihan kepada 5 ribu orang dan program kerja sama tahap kedua akan terus dilanjutkan di masa depan.
Selain itu, Wang Mei-hua juga menyampaikan, setelah penandatanganan "Kontrak Konstruksi OECC dan Perusahaan Minyak Eswatini", Taiwan akan membantu Eswatini membangun fasilitas penyimpanan minyak strategis mereka. Saat ini, stok minyak Eswatini hanya mencukupi untuk 1,5 hari, sementara mereka berharap dapat mencapai stok 30 hari. Setelah penandatanganan nota kesepahaman, Perusahaan Teknik dan Konstruksi Luar Negeri (OECC) akan bertanggung jawab atas proyek ini secara keseluruhan dan akan segera merencanakan detail proyek lebih lanjut.
Presiden Tsai juga mengumumkan akan merevisi konten "Proyek Afrika" dengan melibatkan pengalaman diaspora dan perusahaan yang beroperasi di sana untuk melengkapi proyek tersebut. Jika beliau tidak dapat menyelesaikannya selama masa jabatannya, beliau akan menyerahkannya kepada presiden berikutnya untuk melanjutkan upaya tersebut.