History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Gerbang Neraka akan Ditutup? Ahli Numerologi: Hati-hati dengan Perkataan yang Terucap

  • 06 September, 2023
  • 尤繼富
Gerbang Neraka akan Ditutup? Ahli Numerologi: Hati-hati dengan Perkataan yang Terucap
Gerbang Neraka akan Ditutup? Ahli Numerologi: Hati-hati dengan Perkataan yang Keluar

“Bulan Hantu” yang berlangsung setahun sekali akan segera berakhir, selama satu bulan ini banyak warga di Taiwan yang masih mematuhi beberapa kebiasaan dan tradisi rakyat, seperti menghindari area yang dianggap memiliki energi negatif atau tempat yang pernah terjadi kasus tenggelam, serta tidak sembarangan memanggil nama orang, dengan harapan supaya tidak diganggu oleh “arwah gentayangan”.

Tahun 2023 ini, bulan hantu kebetulan bertepatan dengan "Tahun Kelinci Hitam 黑兔年" yang mana terjadi setiap 60 tahun sekali. Dipercaya kalau saat ini energi alam semesta berfluktuasi lebih kuat.

Ahli numerologi Taiwan Liao Ta-yi (廖大乙) mengingatkan bahwa jumlah hari untuk bulan ke-7 dalam penanggalan Imlek tahun ini berjumlah 30 hari, bukannya 29 hari.

Bulan hantu pada tahun ini akan berakhir pada tanggal 14 September 2023, tepatnya pukul 23:00. Dipercaya kalau para arwah sudah harus kembali berpulang ke tempat asal mereka sebelum “Gerbang Neraka Ditutup” pada pukul 23:00.

Liao Ta-yi menuturkan, bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan sembahyang ketika “Gerbang Neraka” dibuka, maka ketika hari di mana “Gerbang Neraka” akan ditutup, sebaiknya juga melakukan kebiasaan yang sama.

“Dengan demikian, maka prosesi sembahyang ini akan menjadi lebih lengkap dan utuh,” terang Liao Ta-yi.

Liao Ta-yi memberikan sarannya perihal waktu terbaik untuk melangsungkan prosesi sembahyang di hari di mana “Gerbang Neraka” akan ditutup, yakni pukul 13:00 hingga 19:00.

Selain itu, karena para arwah harus kembali ke dunia mereka sebelum pukul 23.00, maka masyarakat disarankan untuk tidak mengucapkan kata-kata seperti 不要走  (baca: Bùyào zǒu) yang artinya “Jangan Pergi”, atau kata 再見 (baca: Zàijiàn)​, yang artinya “Sampai Jumpa (kembali)”.

Selain itu, Liao Ta-yi juga mengingatkan bahwa ketika memberikan persembahan, warga sebaiknya menghindari makanan yang berair atau berkuah.

Jenis makanan ini dianggap akan sulit untuk ‘dibawa’ para arwah ke alam mereka. Sebaliknya, warga bisa lebih memilih mempersembahkan makanan kaleng, mi instan, biskuit dan makanan kering sejenis lainnya.

Komentar

Terbarumore