(Taiwan, ROC) – Konferensi pers “Program Pembangunan x Inovasi x Persaingan Berkelanjutan x Impact Frontier Lab (IF Lab) ke-2” berlangsung pada 30 Agustus. Program rintisan kali ini berfokus pada empat hal, yaitu aksi adaptasi perubahan iklim, pembangunan lingkungan dan ekologi berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan, dan sistem pangan berkelanjutan. Program ini juga melibatkan 12 negara sahabat dan mengundang mitra sektor swasta dalam negeri untuk berpartisipasi dengan mengajukan proposal untuk berkompetisi demi memperebutkan hadiah sebesar NT$6 juta (sekitar Rp2,9 miliar).
IF Lab yang dipromosikan oleh Yayasan Kerja Sama dan Pembangunan Nasional (ICDF) bertujuan untuk membantu sektor swasta di Taiwan dalam menggali potensi bisnis di negara-negara berkembang. Melalui berbagi pengalaman dan berbagi risiko keuangan, program ini mengajak sektor swasta untuk bersama-sama berinvestasi dalam peluang bisnis baru yang berkelanjutan.
Dalam kata sambutannya, Kepala Sekretaris Kementerian Luar Negeri Daniel Tang (唐殿文), menyampaikan, Program IF Lab ke-2 yang tadinya hanya mencakup negara-negara sahabat di Amerika Latin, kini juga akan menggandeng 12 negara sahabat lainnya di kawasan Asia Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin. Untuk meningkatkan efisiensi kegiatan, IF Lab juga akan bekerja sama dengan para ahli industri dan menerapkan "sistem bimbingan mentor," serta mengundang tim potensial untuk mengunjungi negara sahabat pada tahap seleksi kedua.
Sekretaris Jenderal ICDF Charles Li (李朝成) mengatakan, bantuan harus terintegrasi dan diciptakan bersama untuk mencapai kesejahteraan bersama. Ia berharap melalui keahlian, pengalaman, dan sumber daya ICDF, pihaknya dapat membangun sebuah platform yang kokoh bagi sektor swasta dalam negeri untuk membantu pembangunan di negara-negara sahabat, sehingga meningkatkan kemungkinan keberhasilan model bisnis.

(sumber foto: Wartawan Rti Wang Zhao-kun/王照坤)