(Taiwan, ROC) --- “Forum Kota Kembar Taipei – Shanghai” memulai debutnya hari ini (30/8). Dalam pidato pembukaannya, Wali Kota Chiang Wan-an (蔣萬安) menyampaikan bahwa ia akan berfokus pada isu “Kota Kembar, Lintas Selat yang Baik”. Dirinya juga menekankan, forum ini menjadi standar indikator utama dari hubungan lintas selat itu sendiri.
Wali Kota Chiang kemudian menghubungkan Taipei dengan Shanghai, layaknya Yu Ta-wei (俞大維) dengan Eileen Chang (張愛玲), yang berarti bahwa kedua kota dapat bertolak pada pengalaman terdahulu untuk menentukan nasib pribadi masing-masing. Hal ini serta-merta akan membuat kedua belah pihak kian memahami pentingnya nilai perdamaian. Ketika kedua belah pihak dapat menyelesaikan seluruh perbedaan tanpa melibatkan konfrontasi, maka pengaruh yang ditimbulkan akan sangat luar biasa.
“Forum Kota Kembar Taipei – Shanghai” digelar di Shanghai Rabu hari ini (30/8). Wali Kota Shanghai - Gong Zheng (龔正) dan Wali Kota Taipei – Chiang Wan-an terlihat memberikan pidato pembukaan.
Wali Kota Chiang meletakkan fokusnya pada isu “Kota Kembar, Lintas Selat yang Baik”, dan menyampaikan bahwa tidak-lah mudah untuk menyelenggarakan forum seperti ini. Kedua belah pihak harus bisa mengatasi seluruh perbedaan, guna menciptakan ruang berdialog dengan nilai-nilai yang dijunjung bersama.
Chiang Wan-an melanjutkan, sebelum datang ke Shanghai, dirinya menyempatkan diri untuk menghadiri pameran peringatan Yu Ta-wei yang digelar di Taipei.
Yu Ta-wei adalah sosok yang memiliki peran penting di balik kemenangan melawan kolonial Jepang, ia diketahui menuntaskan masa studinya di Universitas St. John, Shanghai.
Setelahnya, Yu Ta-wei datang ke Taiwan dan turut andil dalam Pertempuran Artileri Kinmen 823, yang akhinrya membuat ia terluka.
Perjalanan Yu Ta-wei dari Shanghai ke Taiwan adalah garis kehidupan di era yang begitu besar, yang mana akhirnya menentukan pilihan dalam kehidupan pribadinya.
Wali Kota Chiang kemudian menyebutkan sosok penulis kenamaan Shanghai, Eileen Chang, yang datang dari Taipei. Situasi di kala tersebut mungkin saja bisa mempengaruhi nasib setiap individu, tetapi pilihan pribadi akan memainkan peran penting untuk menentukan nilai dan makna hidup. Hal ini juga tidak luput dari peran sebuah kota besar yang dapat mempengaruhi perputaran roda kehidupan.
Wali Kota Chiang Wan-an menuturkan, tidak hanya memerankan peran tata kelola perkotaan, tetapi forum ini juga memiliki indikator penting bagi hubungan lintas selat itu sendiri.
Wali Kota Chiang mengatakan, “Terutama di kala seperti saat ini, kita harus lebih memerhatikan dan menghargai pelaksanaan forum semacam ini. Kita membutuhkan dialog yang pragmatis, rasional dan tulus. Ketika kedua kota dapat memahami makna sejarah di masa lampau yang memiliki pengaruh besar bagi setiap individu, maka kami akan semakin menghargai dan memahami nilai-nilai perdamaian.”
Chiang Wan-an percaya, ketika kedua kota dapat menyelesaikan seluruh perbedaan dan menghilangkan konfrontasi, maka pengaruh yang dibawanya akan sangat besar. Dengan demikian, seluruh pihak seharusnya bisa lebih bersabar dan optimis.
Dalam pidato pembukaannya, Gong Zheng menyampaikan, keberadaan rekan sejawat di lintas selat lebih kental dari air di lautan. Perdamaian, pembangunan, komunikasi dan kerja sama adalah aspirasi bersama dari masyarakat lintas selat.
Dengan sikap yang lebih terbuka dan pragmatis, Shanghai akan membuka pintunya bagi warga Taiwan yang ingin datang, guna memberikan semangat kepada sesama rekan atau pemuda Taiwan yang kini bermukim di Shanghai memperjuangkan masa depan mereka.