(Taiwan, ROC) Menlu Joseph Wu baru-baru ini memberikan artikel khusus untuk media Inggris Daily Telegraph menyampaikan bahwa menekankan RRT memutarbalikkan resolusi sidang majelis umum PBB 2758, Taiwan tidak semestinya diabaikan dari mekanisme PBB, partisipasi Taiwan bermanfaat untuk perdamaian dan menjadi solusi isu permasalahan dunia.
Menlu Joseph Wu mengungkit, sejak pertengahan abad 20, sejak RRT yang sama sekali tidak pernah memerintah Taiwan bersumpah untuk menguasai Taiwan, hingga saat ini tidak pernah menghentikan penggunaan ancaman militer. Bertahun-tahun, masyarakat Taiwan bertekad untuk menjaga status quo melindungi perdamaian dan stabilitas Laut Taiwan, akan tetapi seiring dengan semakin kuatnya ekonomi dan kekuatan militer RRT, pemerintah Beijing semakin agresif menunjukkan kekuatan militer, mengertak Taiwan dan mengancam kehidupan berdemokrasi masyarakat Taiwan, seperti mengutus pesawat tempur melintasi garis tengah selat Taiwan, memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, serta memanfaatkan berita hoaks dan ancaman ekonomi yang bertujuan untuk menyerang, mengerdilkan tekad perlawanan Taiwan.
Sementara, tindakan ekspansi RRT tidak dapat menghentikan Taiwan, Menlu Joseph Wu mengutarakan, pada zona abu-abu di Laut Timur dan Laut Tiongkok Selatan, RRT meningkatkan kekuatannya dan bermaksud mengklaim kekuasaannya atas teritorial yang ada. RRT bersama Kepulauan Solomon melakukan penandatanganan kerja sama sektor keamanan, membangun pangkalan militer di pelabuhan Samudera Hindia. Kondisi demikian memicu kekuatiran masyarakat dunia akan perdamaian yang kian sulit dipertahankan.
Menlu Joseph Wu menegaskan, demi kepentingan setiap pihak maka berkomitmen menjaga perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan. Seluruh dunia setiap hari hampir separuh kargo pelayaran melintasi selat Taiwan. Taiwan berperan penting dalam rantai pasokan industri global dan memproduksi sebagian besar semikonduktor yang dibutuhkan dunia. Apabila terjadi konflik di Taiwan maka akan menimbulkan konsekuensi terburuk bagi perekonomian dunia.
PBB merupakan platform terbaik dalam dialog dunia. Menlu Joseph Wu mengemukakan, anggota PBB kerap kali mengimbau kesepakatan untuk menyelesaikan masalah, bersatu dan bertoleransi memecahkan isu permasalahan yang mendesak. Taiwan memiliki niat dan akan mengupayakan bersama dunia. Sementara, kesalahan penafsiran dan RRT yang memutarbalikkan resolusi PBB 2758, hingga saat ini Taiwan masih terabaikan dalam PBB.
Menlu Joseph Wu menekankan, resolusi 2758 tidak menyebutkan Taiwan bagian dari RRT, juga tidak memberikan hak kepada RRT mewakili hak masyarakat Taiwan dalam PBB maupun institusi khusus. Resolusi ini hanya menetapkan siapa yang mewakili “Tiongkok”, pada tahun 1971 diputuskan oleh setiap negara dan RRT yang meloloskan resolusi ini, yang menandakan pengakuan terhadap hal ini. Kesalahan dalam penafsiran RRT telah melanggar prinsip-prinsip dasar yang tertuang dalam "Piagam PBB" dan wajib diperbaiki.
Menlu Joseph Wu menambahkan, apabila PBB mengizinkan masyarakat Taiwan dan wartawan untuk menghadiri dan memberitakan sidang tersebut dan menjamin partisipasi Taiwan yang berarti serta mewujudkan mekanisme dan sidang pencapaian pembangunan berkelanjutan maka ini akan menjadi awal yang baik. Mengizinkan niat Taiwan ikut berpartisipasi dan mekanisme PBB tidak hanya bermanfaat dalam mengatasi permasalahan global tetapi juga menunjukkan tekad PBB mengupayakan perdamaian dan kompak melindungi dunia ketika menghadapi saat-saat kritis.