(Taiwan, ROC) - Puluhan ribu orang turun ke jalanan di tengah hujan deras di Taipei pada hari Minggu untuk menuntut segera diambilnya tindakan untuk menghentikan lebih banyak kecelakaan yang merenggut jiwa pejalan kaki dan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas yang membuat Taiwan dikritik sebagai “neraka” bagi pejalan kaki.
Aksi unjuk rasa "Hentikan Pembunuhan Pejalan Kaki" yang berawal dari Ketagalan Boulevard di depan Kantor Kepresidenan diadakan untuk menyoroti serangkaian tabrakan fatal di jalanan yang mengakibatkan kematian pejalan kaki, di mana insiden terbaru terjadi hanya sehari sebelumnya dan mengakibatkan kematian seorang kakek berusia 84 tahun.
Menurut data resmi, sejumlah 3.085 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Taiwan tahun lalu, termasuk 394 kematian pejalan kaki.
Melalui poster dan spanduk yang dilambaikan di lokasi unjuk rasa, penyelenggara acara yakni Aliansi Promosi Kematian Nol Pejalan Kaki menuntut diambilnya langkah konkret, termasuk peningkatan infrastruktur pejalan kaki secara sistematis, peningkatan pendidikan pengemudi dan perombakan undang-undang lalu lintas, untuk melindungi pengguna jalan yang rentan.
Pihak aliansi juga menyerukan kepada pemerintah untuk berupaya mengurangi separuh korban pejalan kaki pada tahun 2030 dan mencapai nol kematian pejalan kaki pada tahun 2040, sejalan dengan target nol kematian dalam transportasi jalan raya (Vision Zero) yang ditetapkan Uni Eropa pada tahun 2050.
Tampak hadir dalam aksi tersebut adalah banyak anggota keluarga korban kecelakaan lalu lintas, wakil-wakil rakyat dan pejabat tinggi pemerintah, termasuk calon presiden dari tiga partai politik utama di Taiwan, yakni Lai Ching-te (賴清德) dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa, Ko Wen-je (柯文哲) dari Partai Rakyat Taiwan (TPP) dan Hou Yu-ih (侯友宜) dari Partai Kuomintang (KMT).
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki melalui pendekatan multifaset, termasuk rekayasa jalan, kampanye pendidikan, memperkuat sistem perizinan pengemudi, dan meningkatkan upaya penegakan hukum.
MOTC mendata total 1.218 persimpangan di Taiwan membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan, menambahkan bahwa perbaikan yang diperlukan di 524 persimpangan telah diselesaikan sejauh ini, dan sisanya akan selesai pada akhir tahun.