History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taipower: Perang Rusia-Ukraina Menyebabkan Naiknya Harga BBM, Negara Nuklir Mengalami Kekalahan Lebih

  • 19 August, 2023
  • 李珮菁
Taipower: Perang Rusia-Ukraina Menyebabkan Naiknya Harga BBM, Negara Nuklir Mengalami Kekalahan Lebih
Taiwan Power Company (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) – Dunia luar kini mengkhawatirkan keuangan Taipower. Taipower pun kemudian pada tanggal 15 Agustus lalu menyampaikan bahwa dalam 2 tahun ini sebagian besar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) disebabkan oleh Perang Rusia-Ukraina, yang mana hal tersebut juga berdampak pada operasi industri tenaga listrik global. Negara-negara yang menggunakan BBM akan terdampak, bahkan negara-negara yang menggunakan proporsi tenaga nuklir tinggi juga akan mengalami tekanan keuangan, bahkan kerugian dan penyesuaian harga listriknya akan lebih parah.

Taipower menunjukkan, bahwa melihat kerugian dari perusahaan-perusahaan listrik di negara lain, negara-negara dengan proporsi penggunaan tenaga nuklir akan mengalami lebih banyak kerugian dan kenaikan harga lebih tinggi. Di tahun 2022, perusahaan listrik negara milik Prancis mengalami kerugian lebih dari NT$ 570 miliar dan perusahaan listrik negara Korea Selatan mengalami kerugian hingga lebih dari NT$ 750 miliar.

Terkait dengan kenaikan harga listrik, harga listrik rumah tangga di Prancis tahun 2020 adalah NT$ 6,06 dan harga listrik industri adalah NT$ 3,25. Di akhir tahun 2022, harga listrik rumah tangga adalah NT$ 7,1, meningkat 17% dan harga listrik industri adalah NT$ 4,8 meningkat 47%. Harga listrik rumah tangga di Korea Selatan tahun 2020 adalah NT$ 2,68 dan harga listrik industri adalah NT$ 2,42. Di akhir 2022, harga listrik rumah tangga di Korea Selatan adalah NT$ 3,45, meningkat 28%, sementara harga listrik industri adalah NT$ 3,75, meningkat 55%.

Taipower menyampaikan, bahwa kerugian penjualan listrik per kWh di Prancis dan Korea Selatan lebih tinggi daripada Taipower. Perusahaan listrik negara Prancis, EDF Power Company menjual 414,4 miliar kilowatt/jam listrik tahun lalu dengan kerugian rata-rata NT$ NT$ 1,38 kilowatt/jam. Perusahaan listrik negara Korea Selatan, Korea Electric Power Company menjual 547,93 miliar kilowatt/jam tahun lalu, dengan kerugian rata-rata NT$ 1,37 per kilowatt/jam. Tahun lalu, Taipower menjual 236,76 kilowatt/jam listrik dengan kerugian rata-rata NT$ 1,13 per kilowatt/jam.

Total pengeluaran Taipower pada tahun 2022 adalah NT$ 955,7 miliar, di mana pengeluaran pembangkit listrik dan pembelian bahan bakar saja mencapai NT$ 616,3 miliar, lebih dari 60% pengeluaran. Sebagian besar pengeluaran mencapai 2 kali lipat daripada sebelumnya, menyebabkan Taipower yang sebelumnya surplus NT$ 22,4 miluar dari tahun sebelumnya menjadi rugi NT$ 267,5 miliar di tahun lalu. Pengeluaran untuk pembelian energi terbarukan adalah NT$ 58,9 miliar, terhitung hanya 6,17% dari total pengeluaran.

Taipower menyampaikan, bahwa operasional industri kelistrikan internasional dipengaruhi kenaikan harga BBM dan berbagai negara telah mengadopsi berbagai langkah untuk menghadapinya. Selain penyesuaian harga listrik yang sesuai, pada saat yang sama kegiatan nasionalisasi, subsidi langsung dari pemerintah untuk industri ketenagalistrikan, penambahan modal pemerintah, restrukturisasi aset, dan peningkatan jalur kredit untuk mengumpulkan dana berbunga rendah sebagai adopsi untuk mempertahankan operasi industri listrik.

Contohnya adalah Inggris yang telah mempersiapkan budget subsidi anggaran energi sebesar NT$ 2 triliun dan Jepang yang mensubsidi harga listrik dan gas alam sebesar NT$ 880 miliar. Jelas bahwa kenaikan harga energi disebabkan oleh perang dan budget subsidi merupakan fenomena internasional.

Taipower menunjukkan, bahwa harga listrik juga terkait dengan harga komoditas dan inflasi. Contohnya adalah Taiwan. Untuk mencerminkan harga secara penuh, harga listrik rata-rata harus naik setidaknya NT$ 4,1. Dilihat dari harga listrik rata-rata awal tahun 2022 sebesar NT$ 2,62, maka kenaikannya seharusnya adalah 56%. Di sisi lain, menanggapi gelombang kenaikan harga bahan bakar internasional, Taipower telah memainkan peran “penyerap gelombang” di garis depan, memblokir tsunami impor, memperlambat tekanan inflasi jika dibandingkan dengan negara lainnya.

Di saat yang sama, rencana penyesuaian harga listrik dalam negeri juga sedetail mungkin, memungkinkan Taipower mempertahankan pasokan listrik yang stabil dengan tetap mempertimbangkan tujuan menjaga mata pencaharian masyarakat dan menstabilkan harga.

Komentar

Terbarumore