(Taiwan, ROC) Ketua Parlemen dari 3 Negara Baltik yang terdiri dari Ketua Komite Luar Negeri Estonia, Marko Mihkelson), Ketua Komite Luar Negeri Parlemen Lithuania, Žygimantas Pavilionis dan Ketua Komite Luar Negeri Parlemen Latvia, Rihards Kols beserta 2 pejabat lainnya berkunjung ke Taiwan tanggal 6-11 Agustus 2023, pada hari Kamis ini (10/8) bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen di Istana Kepresidenan.
Presiden Tsai Ing-wen mengapresiasi pemerintah dan parlemen 3 negara Baltik yang berulang kali menyuarakan Taiwan dalam ajang internasional. Beliau mengatakan, Taiwan dan tiga negara Baltik semuanya pernah mengalami pemerintahan otoriter dan perjuangan demokrasi, dan kini mereka juga menghadapi ancaman seperti perluasan otoritarianisme dan serangan keamanan dunia maya, sehingga mereka dapat berempati dengan situasi masing-masing.
Presiden menyatakan kekagumannya atas semangat dan tindakan ketiga negara di Laut Baltik untuk mendukung Ukraina dan menunjukkan semangat dan tindakan membela keyakinan demokrasi, ia juga menjelaskan bahwa Taiwan juga sangat mendukung Ukraina.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Dalam beberapa tahun terakhir ini, pertukaran dan kerja sama di pelbagai bidang antara Taiwan dan negara-negara Baltik semakin akrab, kami berharap ketiga pimpinan mampu membantu Taiwan mendirikan 3 pusat unggulan diantaranya NATO Cooperative Cyber Defence Centre of Excellence di Estonia, NATO Strategic Communications Centre of Excellence di Latvia, dan NATO Energy Security Centre of Excellence di Lithuania. Dengan cara ini, akan bermanfaat untuk meningkatkan kerja sama Taiwan dan 3 negara Baltik dalam bidang pertahanan nasional, keamanan dan pertahanan publik.”
Marko Mihkelson mengatakan, kunjungan kali ini berharap semakin mengenal Taiwan, dan menggali kemungkinan kerja sama bilateral, bersama mempromosikan aliansi demokrasi, serta berniat mempromosikan kerja sama Taiwan- negara Baltik dalam sektor digital, keamanan, ekonomi perdagangan dan teknologi kreatif.
Marko Mihkelson menekankan, demokrasi tidak berjuang sendiri, 3 negara Baltik bersatu membantu Ukraina, karena warga Ukraina yang berada di garda terdepan berjuang demi kebebasan dan tatanan dasar global. Ia menunjuk, negara Baltik dan Taiwan menjadi mercusuar demokrasi, masing-masing menghadapi ancaman otoriter yang agresif dan besar, semua semua memahami betapa sulitnya melindungi kebebasan, maka akan bekerja sama untuk menghadapi tantangan ini.