(Taiwan, ROC) Media AFP melaporkan Menteri Kebudayaan Lebanon, Mohammad Mortada kemarin (9/8) menyampaikan bahwa pihaknya meminta pemerintah melarang film populer Barbie promosi percintaan sesama jenis. Meskipun Lebanon termasuk salah satu negara Timur Tengah yang lebih liberal, akan tetapi pandangan anti LGBTQ cukup tinggi.
Mohammad Mortada mengatakan, pemerintah wajib mengambil tindakan nyata, melarang penayangan film ini di Lebanon.
Ia mengatakan, film “Barbie” mempromosikan homoseksualitas dan transgender, meremehkan peran ayah dan ibu, meragukan pernikahan dan hidup berkeluarga.
Penjualan tiket film “Barbie” tembus US$ 1 milyar, semula dijadwalkan akan ditayangkan di Lebanon pada tanggal 31 Agustus.
Tindakan pemerintah Lebanon memicu meningkatnya aksi anti LGBTQ di negara itu, gerakan Hezbollah di Iran yang menentang LGBTQ semakin berkembang, sedangkan aktivitis LGBTQ terus mempromosikan agar hubungan sesama jenis dilegalkan.
Meskipun sebagian besar beranggapan, jika dibandingkan dengan negara Arab Saudi lainnya, Lebanon memiliki rasa toleransi yang lebih tinggi terhadap keberagaman seksualitas, akan tetapi polisi sering menangkap pencinta sesama jenis di pub atau tempat berkumpulnya LGBTQ.
Menurut hukum Lebanon saat ini, bagi yang memiliki “hubungan tidak wajar” akan dikenakan hukuman satu tahun penjara.