(Taiwan, ROC) -- Dibukanya perbatasan setelah COVID-19 dan liburan musim panas, banyak yang kini bepergian ke luar negeri dan sering kali berkunjung ke toko untuk membeli aneka barang dalam jumlah besar. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan mengingatkan pada 2 Agustus, bahwa mereka yang membawa kembali makanan, kosmetik, vitamin, dan lensa kontak dari luar negeri hanya dapat menggunakannya untuk diri pribadi dan tidak dijual. Jika melanggar, maka dapat dikenakan denda hingga NT$ 3 juta.
COVID-19 di Taiwan telah berubah statusnya dari kategori ke-5 penyakit menular wajib menjadi kategori ke-4 mulai 1 Mei lalu. Situasi epidemi yang berubah membuat orang-orang bepergian ke luar negeri, khususnya saat liburan musim panas. Banyak yang suka bepergian ke toko obat, membeli makanan secara sebagai oleh-oleh cocok untuk hadiah dan mencobanya, bahkan beberapa orang mencoba melakukan lelang online (jasa titip) untuk mensubsidi biaya perjalanan. Sebenarnya mungkin secara tidak sengaja melanggar hukum.
FDA menggelar konferensi pers pada pagi hari (2/8) mengingatkan publik jika membawa makanan, obat-obatan, kosmetik khusus, peralatan medis, tampon, pembalut, lensa kontak, masker medis, dan lain sebagainya dari luar negeri harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Terkait bagian makanan, pemeriksa FDA Gao Yu-yan (高毓言) menunjukkan bahwa pembelian makanan dari luar negeri dibatasi hingga 12 botol kapsul dan tablet makanan per orang (boks, kaleng, kantong, terbatas pada kemasan aslinya), sementara total makanan tidak lebih dari 36 botol. Makanan secara umum tidak lebih dari 5kg dengan nilai kurang dari US$ 1.000 (NT$ 31.000).
Berdasarkan UU Pengelolaan Keamanan Pangan dan Sanitasi, individu yang membeli makanan luar negeri untuk dijual kembali, baik dari luar negeri maupun secara online, maka dapat dikenakan denda antara NT$ 30.000 – NT$ 3 juta. Berdasarkan data statistik dari FDA, antara tahun 2021-2022, terdapat 474 kasus dengan nilai NT$ 8,71 juta dikenakan sanksi dengan nilai penalti maksimum NT$ 180.000.
Jika membawa obat-obatan kembali ke Taiwan, Anda harus memperhatikan peraturan batas "Tindakan untuk Penumpang Masuk yang Membawa Koper dan Barang untuk Pemeriksaan dan Pengeluaran Pajak". Untuk obat bebas, masing-masing jenis paling banyak 12 botol (dus, kaleng, slop, strip), dan batas total tidak lebih dari 36 botol (dus, kaleng, slop, strip).
Penumpang yang membawa obat dengan resep ke Taiwan, jika tidak membawa resep dokter atau dokumen sertifikasi, maksimum dapat membawa obat dengan batas waktu penggunaan 2 bulan. Bagi yang membawa resep dokter atau dokumen surat keterangan, jumlah obat yang dibawanya tidak boleh melebihi dosis wajar yang ditentukan dalam resep dan dokumen lain, serta dibatasi maksimal 6 bulan.
FDA mengingatkan bahwa obata-obatan yang dapat dibawa masuk hanya dapat digunakan untuk penggunaan pribadi dan tidak boleh dijual kembali. Jika melanggar dapat didenda antara NT$ 30.000 – NT$ 2 juta sesuai dengan ketentuan UU Urusan Farmasi, serta kemungkinan pelanggaran pasal 83 dari UU yang sama.
Termasuk di dalamnya adalah perban (termasuk cairan), masker medis, penyeka kapas medis, lensa korektif, set sanitasi, tampon, dan lensa kontak sekali pakai harian yang termasuk dalam peralatan medis. Kepala Bagian Alat Kesehatan dan Kosmetik Tsai Wen-wei (蔡文偉) menyatakan bahwa barang-barang itu hanya untuk penggunaan pribadi dan tidak boleh dijual atau penggunaan lain. Jika melanggar, maka denda terkait UU Pengelolaan Alat Kesehatan sebesar NT$ 30.000 – NT$ 1 juta akan diberlakukan.
Selain itu, perhatikan pembelian kosmetik. Kosmetik yang dibawa ke Taiwan hanya dapat digunakan untuk penggunaan pribadi, dan tidak boleh dipasok, dijual, dipajang di depan umum, diberikan kepada konsumen untuk uji coba, atau dialihkan untuk penggunaan lain. Hal ini sesuai dengan UU Pengelolaan Keamanan dan Kesehatan Kosmetika, jika melanggar denda antara NT$ 10.000 – NT$ 1 juta.