(Taiwan, ROC) – Retail besar asal Swedia, Hennes & Maurits (H&M) mengkonfirmasi pada tanggal 25 Juli lalu, bahwa pihaknya telah melakukan gugatan terhadap retailer online Tiongkok Shein dan perusahaan afiliasinya Zhuo Tian Commercial (卓天商務) di pengadilan Hong Kong terkait dengan hak cipta.
Media Agence France-Presse (AFP) memberitakan bahwa Shein yang didirikan pada 2008 lalu telah sukses menarik para konsumen muda yang tertarik pada media sosial dengan berbagai macam produk dengan harga murah. Hanya dalam beberapa tahun, merek ini dengan cepat mencapai posisi teratas di pasar mode cepat global.
Juru bicara H&M mengatakan, “proses pelanggaran hak cipta kita melawan Shein di Hong Kong sedang berlangsung. Kami percaya bahwa Shein telah melanggar desain (hak cipta) kami dalam sejumlah kasus."
Menurut dokumen pengadilan Hong Kong, dalam pengaduannya H&M menyampaikan bahwa produk Shein “memiliki kemiripan yang sangat jelas, sehingga mereka pasti telah meniru” produk H&M, selain juga peniruan hak cipta tersebut dilakukan dalam skala besar.
Kantor pusat Shein yang saat ini berada di Singapura, melalui perwakilannya via e-mail menguratarakan, bahwa mereka tidak berkomentar untuk litigasi yang sedang berlangsung.
Selain H&M, 3 desainer mandiri di Amerika Serikat (AS) juga mengajukan gugatan terhadap Shein di bulan ini, tetapi Shein juga menolak untuk mengomentari 3 pengaduan tersebut.

(sumber foto: SHEIN)