History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden : Otomatisasi Solusi Kekurangan SDM Tidak Akan Timbulkan Pengangguran

  • 27 August, 2014
  • Editor
Presiden : Otomatisasi Solusi Kekurangan SDM Tidak Akan Timbulkan Pengangguran
Presiden Ma

     (Taiwan, ROC) – Pameran Internasional Industri Otomatisasi Taipei 2014 hari ini (27) mulai digelar hingga 30 Agustus mendatang di Gedung World Trade Center Nangang. Dalam pidato pembukaan, presiden negara Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九) menyampaikan, industri otomatisasi Taiwan memiliki potensi yang dapat dikembangkan, selain tidak dapat menimbulkan pengangguran bahkan dapat mentransformasi peran buruh menjadi seorang pengelola, pembagian kerja akan semakin halus dan semakin efektif.

     Pameran yang mencakup, industri otomatisasi, cetakan, logistik dan permesinan diikuti oleh 550 pengusaha, total booth yang disewakan mencapai 1.400 buah, ini adalah angka tertinggi dalam sejarah dan disaat yang bersamaan juga diselenggarakan “Pameran mesin bahan panel sentuh” dan diperkirakan akan dipenuhi pengunjung 60 ribu orang.
     Otomatisasi selain solusi kekurangan Sumber Daya Manusia bagi industri, kata kepala negara, industri akan cenderung mengarah semakin presisi, rumit dan skalanya makin besar. Berdasarkan data statistic, volume industri Otomatik mencapai NT$ 1,08 triliun, nilai ekspor NT$ 457,5 miliar sekitar 42%, ini menunjukan potensinya sangat besar.

     Presiden Ma menyampaikan : Bicara tentang Otomatisasi, bicara tentang robot, banyak orang khawatir apakah nantinya akan menimbulkan penangguran yang besar, jawaban kami adalah tidak akan, ia akan mentransformasi peran manusia menjadi pengambil keputusan, kemudian menjadi pengelola. Dengan kata lain, pekerjaaanya akan terbagi lebih halus dan efisiensi meningkat.

     Ma juga menyampaikan, industri otomatisasi, cetakan, logistik dan permesinan sudah menjadi sebuah mata rantai industri yang baru, untuk kedepannya akan diintegrasikan dengan “teknologi awan” dan jaringan guna mendorong “auto smart” menjadi sebuah konsep teknologi cerdas.

     Ditegaskan pula, disatu sisi Taiwan harus bergabung dengan TPP dan RCEP dilain sisi yang lebih penting adalah memperhatikan peningkatan transformasi industri agar mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Komentar

Terbarumore