(Taiwan, ROC) --- Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek mereka pada tanggal 19 Juli 2023 sekitar pukul 02:30 dan 02:46 dini hari. Rudal tersebut ditembakkan dari kawasan Sunan di dekat Pyongyang menuju Laut Jepang.
Sebelumnya, Korea Utara juga pernah meluncurkan uji coba rudal balistik antar benua mereka, “Hwasong 18” pada tanggal 12 Juli 2023 kemarin.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyampaikan bahwa semenjak tahun lalu, otoritas Korut kerap kali melakukan uji coba terhadap berbagai jenis rudal balistik mereka. Hal ini serta merta meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dan kawasan Indo-Pasifik.
MOFA dengan tegas menyampaikan kecaman mereka terhadap aksi Korut yang bisa berdampak serius pada perdamaian dan stabilitas regional.
MOFA menuturkan, Taiwan bersama dengan Korea Selatan dan Jepang adalah anggota kubu demokrasi Indo-Pasifik yang penting. Ketiga negara anggota juga menghadapi tantangan yang serupa, yakni ancaman dari kediktatoran otoritarianisme.
Saat Tiongkok melakukan simulasi militer besar-besaran di sekitar perairan Taiwan pada Agustus tahun lalu, pihak Korsel, Jepang dan AS menyampaikan rasa cemas mereka.
MOFA menyampaikan, dalam sebuah wawancara eksklusif bersama dengan media Reuters pada 19 April 2023, Presiden Korea Selatan - Yoon Suk Yeol pernah menyatakan penolakan tegasnya terhadap perubahan status-quo secara paksa.
MOFA melanjutkan, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah elemen yang sangat diperlukan untuk keamanan dan kemakmuran kawasan regional. Oleh sebab itu, Presiden Korsel juga sangat menentang terjadinya perubahan status-quo secara sepihak di kawasan Indo-Pasifik.
Di samping itu, Menteri Luar Negeri Korsel, Park Jin sekali lagi menyampaikan kepada pihak Tiongkok bahwa stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan memiliki nilai yang sangat penting dan patut dijaga. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan Menlu ASEAN pada tanggal 14 Juli 2023.
MOFA melanjutkan, Taiwan akan terus memperhatikan berbagai tindakan intimidasi dan provokasi yang dilancarkan Korea Utara, serta akan menghelat kerja sama dengan negara sehaluan untuk mempromosikan perdamaian, kemakmuran dan denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Di samping itu, MOFA juga akan mengupayakan untuk mengekang ekspansi otoritarianisme, menjaga tatanan internasional yang berbasis aturan, melindungi nilai kebebasan, keterbukaan, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.