(Taiwan, ROC) – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengemukakan bahwa Taiwan merebut bisnis chips Taiwan, seharusnya AS menghalanginya dari awal. Namun beberapa pakar pada hari ini (19/7) beranggapan, ini merupakan kata-kata kampanye pemilu dari Trump. Pakar mengemukakan, dari mekanismes pasar global, kebijakan industri Taiwan dan Amerika Serikat membuat Taiwan dapat menguasai semikonduktor tingkat atas, apabila Donald Trump dapat terpilih dalam pemilu maka
Amerika Serikat ingin mengambil kembali industri semikonduktor untuk dikerjakan sendiri, di bawah situasi “serba kekurangan” tentu tidak mungkin bisa memproduksi sebaik Taiwan. Pakar lainnya mengatakan, Taiwan memiliki alasan sendiri atas keberhasilan industri semikonduktornya, dalam hati Trump sendiri cukup jelas dengan hal ini, perkataan yang dilontarkan Trump ini untuk kampanye pemilunya, jika ia terpilih belum tentu benar-benar bertindak.
Mantan Presiden AS Donald Trump ketika menerima wawancara media AS menyampaikan, Taiwan membawa kabur semua bisnis chips dari Amerika Serikat, sekarang ini 90% yang sebelumnya AS membuat sendiri chips menjadi produksi Taiwan. Trump juga menyampaikan, AS seharusnya sudah sejak awal menghalangi Taiwan, menerapkan pajak bagi produk Taiwan.
Terhadap hal ini, Profesor Jurusan Ekonomi Universitas Sentral, Qiu Jun rong ketika diwawancarai menyampaikan, penyataan Trump ini adalah perkataan spontan dalam situasi di mana tidak seharusnya Amerika Serikat melindungi Taiwan, yang mungkin belum dipikirkan matang terlebih dahulu. Qiu mengemukakan, alasan utama semikonduktor Taiwan dapat seperti sekarang ini adalah berdasarkan pembagian penempatan pasar global, masing-masing negara memilih cara dan kebijakan yang paling menguntungkan untuk industrinya, seperti hal nya Taiwan yang tidak memiliki terlalu banyak sumber daya alam, keterbatasan akan sumber daya manusia, untuk itu penyuntikan sumber daya menjadi keunggulan bagi industri tertentu, sedangkan Amerika Serikat yang dulu tidak memilki kebijakan industri sehingga produksen otomotif, semikonduktor dan lainnya berpindah keluar, selain itu AS juga ingin memiliki keunggulan dalam berbagai bidang industri, sehingga sulit untuk memberikan suntikan sumber daya pada satu bidang industri saja.
Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) Chiu Ta-sheng (邱達生) menyampaikan, pada saat kampanye untuk pertama kali Trump ikut dalam pemilu, ia juga menyerukan untuk keluar dari TPP untuk menekan kebijakan yang diusungkan oleh saingnya saat itu adalah kandidat dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Kali ini Trump melontarkan kebijakan ini mungkin untuk membantah kebijakan Joe Biden yang saat ini adalah Presiden AS.
Chiu Ta-sheng mengemukakan, jika Trump terpilih nantinya, kadernya tetap akan merancang kebijakan yang mementingkan Amerika, seperti saat Trump menjadi presiden AS, walaupun pada masa kampanye Trump mendapat dukungan dari RRT, tetapi begitu terpilih Trump malah melakukan perang dagang dengan RRT.