(Taiwan, ROC) -- Presiden Tsai Ing-wen pada hari Selasa ini (18/7) menghadiri Taiwan Foundation for Democracy (TFD) yang menggelar perayaan pertemuan internasional ke-20 tahun. Dalam sambutan Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, pertama-tama mengapresiasi perintis National Endowment for Democracy (NED), Carl Gershman dan Ketua NED, NED Damon Wilson yang mendukung demokrasi dan yayasan demokrasi Taiwan, hari ini tidak hanya sebuah perayaan tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan demokrasi masa lalu, sekarang dan masa depan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, abad 20 adalah abad demokrasi, setelah Uni Soviet terpecah belah dan tembok Berlin diruntuhkan, dunia telah memasuki arus demokratisasi ke-3, semua orang menerima nilai yang berkaitan dengan demokrasi dan HAM. Masyarakat Taiwan telah berjuang puluhan tahun, baru ada demokrasi hari ini, proses ini sangat sulit dilalui, sebagian besar orang menghadapi masa-masa sulit, bahkan ada yang mengorbankan nyawanya, kini demokrasi Taiwan tidak hanya nilai dasar kekompakan dari masyarakat, tetapi menjadi bagian identitas diri dan juga menjadi aset penting untuk menghadapi tantangan besar.
Presiden Tsai mengemukakan, negara demokratis berpegang pada tatanan internasional yang telah menghadapi tantangan terberat dalam perang dingin. Pada masa 3 tahun yang lalu, kekuasaan otoriter berniat mengikis mekanisme demokrasi dan merusak HAM, Taiwan menghadapi ancaman lintas selat yang kian serius, mulai dari tekanan militer, ancaman ekonomi hingga serangan siber, informasi hoaks, berniat menciptakan keraguan, kepercayaan masyarakat yang lemah. Sementara masyarakat taiwan tengah menghadapi perang, mengupayakan kehidupan demokratis, selain bersedia berbagi ketangguhannya juga berharap mempelajari pengalaman internasional. Presiden Tsai Ing-wen (230718-13-蔡英文) mengatakan, “Meskipun di sini dalam kondisi menghadapi ancaman, masyarakat Taiwan sama sekali tidak pernah menghindari ancaman otoritarianisme, sebaliknya masyarakat Taiwan malah menyambut mereka, kami setiap hari berjuang melawan kekuatan yang berusaha merusak demokrasi kami, dan warga Taiwan siap untuk berbagi cerita ketangguhan kepada mereka.”
Presiden Tsai mengatakan, negara demokrasi berkomitmen, menghadapi tantangan otoritanianisme yang mengadopsi kekuatan dan beragam cara merusak demokrasi, maka selain menetapkan kebijakan strategis terbaik, juga perlu memupuk aliansi demokrasi, membela nilai diri sendiri dan bertransformasi menjadi lebih tangguh. Dalam pertemuan Presiden Tsai Ing-wen juga menyerahkan lencana penghargaan pelayanan demokrasi, National Endowment for Democracy (NED) setiap tahun memberikan lencana bagi pelayanan demokrasi sebagai tanda apresiasi bagi orang yang berkontribusi mempromosikan kebebasan, HAM dan membangun mekanisme demokrasi.