(Taiwan, ROC) --- Kegiatan “The 53rd National Skills Competition” dan “The 2nd World Skills Asia”, serta The 47th International Skills Competition National Competition Skills Amusement Park, dibuka di Taipei pada tanggal 14 Juli 2023 ini.
Upacara pembukaan hari ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden William Lai (賴清德). Beliau datang dan menyemangati para peserta dan siswa lainnya.
Dalam kata sambutannya, Wapres William menyampaikan bahwa pendidikan kejuruan dan teknik di Taiwan sangat penting. Namun, konsep sosial masyarakat saat ini lebih mengutamakan anak mereka untuk menempuh pendidikan di jalur normal, ketimbang pendidikan teknik dan kejuruan.
Wapres menuturkan, jalur pendidikan teknik kejuruan dan normal adalah sama pentingnya. Ketika menjabat posisi Walikota Tainan, dirinya mendorong para orang tua untuk mendukung anak-anak mereka, serta memprioritaskan pendidikan teknik kejuruan.
Wapres William Lai melanjutkan, pemerintah telah mengatur dan menyediakan mekanisme pendidikan teknik kejuruan yang mumpuni. Pelajar yang menempuh pendidikan teknik vokasi akan memperoleh sertifikat, yang nantinya akan sangat berguna ketika mereka lulus dan masuk ke dunia kerja.
Mereka juga bisa memilih untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang perguruan tinggi atau universitas di kemudian hari. Negara di lain pihak juga membutuhkan banyak bakat terampil dari para pelajar yang pernah menempuh pendidikan di sekolah teknik kejuruan.
Wapres William Lai mengatakan, “Banyak industri di Taiwan kekurangan pekerja terampil, seperti industri permesinan dan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi). Baru-baru ini, PLT Angin Taiwan juga kekurangan pekerja terampil tingkat menengah. Jika anak-anak muda Taiwan memilih jalur pendidikan kejuruan, maka mereka bias mewujudkan impian mereka.”
William Lai menekankan bahwa perlunya kebijakan relevan untuk terus memperkuat promosi pendidikan teknik dan kejuruan. Ketika menjabat posisi Perdana Menteri, dirinya juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk merekrut lebih banyak tenaga pengajar profesional, guna meningkatkan kualitas pendidikan teknik kejuruan.