History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perkotaan dan Pedesaan yang Berkelanjutan, Taiwan Membagikan Pencapaiannya Kepada Dunia

  • 14 July, 2023
  • 尤繼富
Perkotaan dan Pedesaan yang Berkelanjutan, Taiwan Membagikan Pencapaiannya Kepada Dunia
Perkotaan dan Pedesaan yang Berkelanjutan, Taiwan Membagikan Pencapaiannya Kepada Dunia 圖:CNA

(Taiwan, ROC) --- Dalam sebuah kesempatan di Forum Politik Tingkat Tinggi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) perihal pembangunan berkelanjutan, Wakil Sekjen ICDF (International Cooperation and Development Fund), Shi Li-jun (史立軍) berbagai tentang pengalamannya ketika membantu Belize dan melakukan pencegahan bencana dan mendirikan sistem manajemen bus cerdas di kawasan setempat.

Dengan bertempat di New York, AS, Shi Li-jun kemudian mendemonstrasikan aksi Taiwan dalam mengimplementasikan misi pembangunan berkelanjutan.

Pada tanggal 13 Juli 2023, Perwakilan ROC (Republik Tiongkok) di New York bersama dengan ICDF menghelat seminar bertajuk “Implementasi Teknologi Cerdas dan Pembangunan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kelangsungan Hidup Kota Berkembang”.

Seminar ini membahas 17 misi SDGs, terutama menyangkut kehidupan berkelanjutan, baik kawasan perkotaan maupun pedesaan. Diskusi yang dihelat tentunya juga sejalan dengan Forum Politik Tingkat Tinggi (HLPF) PBB perihal pembangunan berkelanjutan, yang dilangsungkan semenjak 10 Juli hingga 19 Juli 2023.

Ketua Perwakilan ROC untuk New York, AS, James Lee (李光章) menyampaikan, agenda pembangunan berkelanjutan yang menargetkan tahun 2030 telah berjalan, tapi berbagai implementasi di lapangan belum begitu memadai. Taiwan di lain pihak berkomitmen untuk menciptakan kawasan, baik di perkotaan maupun pedesaan menjadi lebih inklusif, tangguh, aman dan berkelanjutan.

Ada 22 kabupaten dan kota di Taiwan yang sudah menyatakan kesediaan mereka untuk menerbitkan Voluntary Local Review Reports (VLRs).

Taiwan tentu bersedia membagikan pengalamannya kepada dunia, serta menghelat kerja sama dengan negara-negara selaras terutama menyangkut isu-isu seperti adaptasi iklim, mitigasi dan ketahanan perkotaan.

James Lee mengatakan, “Untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, maka Taiwan dapat dan tengah membantu.”

Saat berbincang dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) dan wadah pemikir Stimson Center Washington DC, Shi Li-jun juga membagikan pengalaman Taiwan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membantu mitra dalam memperkuat ketahanan perkotaan, salah satunya adalah mencegah terjadinya bencana dan meningkatkan arus lalu lintas.

Belize yang terletak di Amerika Tengah memiliki karakter geografis dataran rendah pantai tropis, yang membuat kawasan setempat sering kali dilanda banjir dan bencana alam lainnya, yang mana hal tersebut tentu dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Shi Li-jun menuturkan, pada tahun 2019, ICDF mempromosikan rencana ketahanan perkotaan dan pencegahan bencana bagi Belize, dengan menggunakan inovasi telemetri dan citra satelit guna membantu pembangunan sistem peringatan dini. Mekanisme ini disinyalir bisa mengevakuasi para warga sekitar 3 jam lebih awal sebelum ancaman badai menerjang.

Di samping itu, masyarakat di negara St. Vincent dan Grenadines sangat bergantung terhadap transportasi bus umum, tetapi mereka telah lama harus berhadapan dengan waktu tunggu yang terlampau lama, belum lagi dengan keraguan dan keamanan dari beberapa jalur bus setempat.

Shi Li-jun menuturkan, ICDF membantu St. Vincent dan Grenadines untuk kemudian membangun sistem manajemen dan pemantauan bus cerdas. Dengan demikian, tidak hanya mempersingkat waktu tunggu bus, tetapi juga memastikan keamanan para penumpang, karena mereka terpantau oleh 200 monitor beresolusi tinggi yang langsung terhubung dengan kantor polisi.

Forum yang dihelat di New Yorik tersebut juga dihadiri Perwakilan Tetapi Saint Kitts dan Nevis untuk PBB, Nerys Dockery. Dalam pidatonya, Nerys Dockery juga menggunakan rencana ketahanan perkotaan Ibukota Basseterre dan kawasan sekitar sebagai model dari negara kepulauan yang berkelanjutan pada tahun 2040.

Secara khusus, ia juga sampaikan ucapan terima kasih kepada Taiwan atas pendekatan kemanusiaan yang diperlihatkan selama 40 tahun belakangan. Taiwan telah memberikan sumbangsih besar dalam pencegahan dan pengobatan penyakit kronis, keuangan mikro, pemberdayaan ekonomi wanita dan pembuangan limbah padat.

Taiwan adalah mitra yang diperlukan oleh Saint Kitts dan Nevis untuk mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Bagi kami Taiwan tidak sekedar mitra pembangunan, melainkan adalah teman dan keluarga kami,” tutur Nerys Dockery.

Komentar

Terbarumore