(Taiwan, ROC) -- Latihan militer Hankuang 39 akan berlangsung pada tanggal 24-28 Juli sekaligus digabungkan dengan latihan WanAn, akan menyimulasikan latihan perang pertahanan nasional dan evaluasi perlindungan terhadap serangan udara, penampungan pengungsi dan lainnya. Kementerian Pertahanan pada hari Selasa ini (11/7) menekankan, kekuatan tempur yang tersedia, pertahanan udara, elektronik, jaringan internet dan perang kognitif semua akan disisipkan dalam latihan militer Hankuang, berpegang pada konsep “ di mana-mana perang, setiap saat menjalani latihan perang”, yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan militer.
Dalam pers rilis yang digelar oleh Kemenhan untuk menyampaikan pokok tugas latihan militer Hankuang no.39, menyebutkan cakupan 3 sasaran utama dalam latihan ini adalah kekuatan tempur yang tersedia, menangkis serangan di laut – operasi pengawalan dan perang membela pertahanan nasional. Direktur Operasi Gabungan Divisi Perencanaan Kemenhan, Mayor Jenderal Lin Wen-huang (林文皇) mengemukakan, pokok latihan operasi gabungan pertahanan nasional meliputi pertahanan inti, sasaran urusan kemiliteran yang penting, perlindungan infrastruktur pokok dan penyelamatan bagi korban perang. Lin Wen-huang mengatakan, “Operasi membela ibu pertiwi, setiap kawasan perang berorientasi pada pesisir, masih ada dermaga, bandara di sekitarnya, kawasan internal yang dipersiapkan sebagai medan pertempuran utama, kawasan persiapan perang, pasukan siap perang dan masih ada sistem pertahanan sipil, pantai penjaga yang siap melakukan serangan balasan, masih ada desa pertahanan anti- pendaratan musuh, kekutan perang anti-pasukan lintas udara, pemanfaatan sumber daya sipil dan efektivitas perang.”
Sementara latihan WanAn akan digelar secara berturut-turut dan terbagi atas kawasan Utara, Selatan, Timur dan luar pulau, serta kawasan Sentral pada tanggal 24-27 Juli 2023. Selain latihan evakuasi perlindungan dari serangan udara, setelah sirene latihan berhenti, ada tambahan 30 menit simulasi penampungan warga yang telah dipersiapkan satu pos perlindungan dari pemerintah kabupaten dan kota yang terbagi 22 tempat, mengintegrasikan sumber dari pemerintah daerah, yayasan sosial, kelompok relawan untuk menginventarisir lokasi penampungan, sumber daya listrik dan pasokan materi, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bantuan shelter bagi pengungsi, maka meminta kepada warga untuk memerhatikan informasi dan peringatan terkait latihan militer.