History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

94% Mahasiswa Ingin Bekerja Paruh Waktu Saat Libur Musim Panas, Pekerjaan Harapan: Wisata Katering, Budaya dan Pendidikan, serta Teknologi

  • 08 July, 2023
  • 李珮菁
94% Mahasiswa Ingin Bekerja Paruh Waktu Saat Libur Musim Panas, Pekerjaan Harapan: Wisata Katering, Budaya dan Pendidikan, serta Teknologi
Pekerja paruh waktu di musim panas (foto: Pexel)

(Taiwan, ROC) -- Memasuki waktu kerja paruh waktu di musim panas, sebuah survei dari bank pencari kerja pada tanggal 4 Juli memperlihatkan bahwa 94,7% mahasiswa berencana untuk bekerja paruh waktu saat libur musim panas. Proporsi ini tertinggi selama 12 tahun terakhir, dengan jenis pekerjaan yang paling diharapkan adalah “katering, penginapan, dan wisata rekreasi”, kemudian “budaya dan pendidikan”, serta “informasi teknologi”.

Laman situs bank pencari kerja Yes 123 merilis hasil survei setelah mengumpulkan hasil dari 1.246 mahasiswa yang masih kuliah setelah September mendatang. Menurut hasil survei dari 1.007 kuesioner yang valid, 94,7% mahasiswa berencana untuk bekerja paruh waktu di waktu libur musim panas ini. Proporsi ini mencatat rekor tertinggi baru dalam 12 tahun terakhir, bahkan 14% mahasiswa ingin bekerja di 4 pekerjaan.

Mengenai industri yang paling diinginkan tahun ini, tiga teratas adalah “katering, penginapan, dan wisata rekreasi”, kemudian “budaya dan pendidikan”, serta “informasi teknologi”. Perusahaan yang paling diinginkan adalah “Toko Buku Eslite”, “McDonalds”, dan “Louisa Coffee.”

Terkait dengan upah, 43% perusahaan mengindikasikan bahwa ada kebutuhan untuk mempekerjakan pelajar paruh waktu di musim panas ini, dengan upah rata-rata per jam dapat mencapai NT$ 202, secara signifikan lebih tinggi dari pada tahun lalu NT$ 196,7. Untuk mahasiswa magang atau paruh waktu, seperempat perusahaan menunjukkan bahwa saat ini ada sistem yang mentransfernya untuk menjadi pekerja penuh.

Bingo Yang (楊宗斌) juru bicara dari situs bank pencari kerja Yes123 menganalisis bahwa dari kelompok pekerja paruh waktu libur musim panas, dipastikan ada orang yang memiliki tekanan keuangan berat. Untungnya, dengan penurunan peringkat epidemi, berbagai industri lokal berada dalam status kekurangan tenaga kerja. Ada juga transformasi digital dari berbagai perusahaan, yang memberikan pelajar lebih banyak kesempatan kerja yang lebih beragam. Ia mengatakan, “terkait dengan era paska-pandemi, berbagai perusahaan mencari transformasi digital, seperti merekrut editor laman situs, pembuat film atau pembawa acara siaran langsung, memberi generasi tentara siber ruang yang lebih luas untuk pekerjaan paruh waktu.”

Bingo Yang juga mengingatkan, selain menghasilkan uang, bekerja sambil belajar juga sangat penting untuk mempelajari pengalaman sosial. Tidak ada namanya makan siang gratis. Anda harus memperhatikan jebakan dari pekerjaan paruh waktu, dan di saat yang sama memperhatikan keselamatan waktu kerja. Majikan juga perlu menyediakan pelatihan pra-pekerja dan memberikan asuransi untuk menghindari adanya kecelakaan kerja.

Komentar

Terbarumore