History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Publik Berharap Pohon “Takeshi Kaneshiro” Tetap dengan Nama Populernya

  • 08 July, 2023
  • 李珮菁
Publik Berharap Pohon “Takeshi Kaneshiro” Tetap dengan Nama Populernya
Pohon "Takeshi Kaneshiro" di Taitung (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Laman situs Biro Pariwisata Pemerintah Kabupaten Taitung baru-baru ini mengubah nama pohon “Takeshi Kaneshiro” menjadi Pohon Fengcha, sekaligus meminta unit relevan untuk tidak menggunakan nama “Takeshi Kaneshiro” lagi di masa mendatang. Wali Kota Kotamadya Chishang, Kabupaten Taitung, Lin Jian-hong (林建宏) berharap untuk dapat menghubungi agen Takeshi Kaneshiro sehingga dapat terus menggunakan namanya untuk pohon tersebut.

Pohon “Takeshi Kaneshiro” yang berlokasi di Chishang, Taitung merupakan atraksi yang paling memikat turis di Taitung selama beberapa tahun terakhir ini, dengan masuknya sekitar 150.000 turis setiap tahunnya di saat libur Festival Musim Semi. Perubahan ini terjadi beberapa hari lalu di situs resmi Biro Pariwisata Pemerintah Kabupaten Taitung dan EVA Air sendiri sejak 29 Juni lalu memperkenalkan “Sepuluh Tahun Berkah Pohon Teh‧Membudidayakan Kondisi Lokal Secara Mendalam" di Taitung dengan menggunakan nama Pohon Fengcha.

Wali Kota Lin Jian-hong dalam sebuah wawancara mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Taitung telah memberi tahu bahwa nama “Pohon Takeshi Kaneshiro” tidak dapat digunakan lagi dan selanjutnya menggunakan nama Pohon Fengcha.

Manajer Umum EVA Air, Sun Chia-ming (孫嘉明) dalam wawancara dengan media 29 Juni lalu menyampaikan, bahwa sudah 10 tahun sejak EVA Air mengadopsi nama Pohon Fengcha.

Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dari EVA Air menyampaikan, bahwa pohon paling bahagia di Taiwan yang berada di Chishang dinamakan “Pohon Fengcha”. Asal nama tersebut utamanya untuk mewarisi keutamaan "menyajikan teh" yang diwariskan dari daerah pedesaan awal, dengan harapan dapat memanggil semua pelancong untuk memperhatikan tanah dan menjaga kolam.

Pengacara Taitung bernama Wu Han-cheng (吳漢成) mengemukakan bahwa orang awam telah terbiasa memanggil pohon tersebut dengan nama “Pohon Takeshi Kaneshiro” dan tidak ada masalah terkait hal tersebut. Meskipun tidak ada masalah hukum dengan hal tersebut, tapi jika salah satu pihak melakukan gugatan, tergantung hakim untuk menilai, “sulit untuk meminta orang banyak berubah dalam satu waktu,” tergantung dari hakim untuk memutuskan.

Saat ini, pencarian Google Maps memberikan tanda “Pohon Fengcha” dengan tanda “Takeshi Kaneshiro” yang dijadikan tanda terkenal untuk iklan.

Lin Jian-hong menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Taitung mengemukakan bahwa nama “Takeshi Kaneshiro” tidak dapat digunakan secara resmi di masa depan untuk menghindari perselisihan, sehingga diganti dengan nama “Fengcha”. Namun, tentu tidak mudah mengubah nama pohon yang telah terkenal dengan “Takeshi Kaneshiro”. Tidak ada seorang pun di wilayah tersebut yang ingin mengubahnya dengan nama “Pohon Fengcha” dan terus menggunakan nama lama.

Komentar

Terbarumore