Taiwan, ROC) – Pada 5 Juli, Menteri Pengembangan Digital (MODA) Audrey Tang (唐鳳) untuk pertama kalinya menerima undangan dari National Institute of Public Service (INSP). Dalam konferensi video, Audrey Tang berbagi pengalaman demokrasi digital Taiwan, mendiskusikan visi pengembangan digital, keamanan jaringan internet, masalah perlindungan data pribadi, dan berinteraksi dengan lebih dari 100 peserta yang berasal dari kalangan pegawai negeri senior Prancis. Audrey Tang juga berbagi strategi, visi, data terbuka, dan kecerdasan buatan (AI) yang terkait dengan pengembangan pemerintahan digital di Taiwan.
Pertemuan ini bertujuan untuk saling berbagi informasi dan pengalaman antara Taiwan dan Prancis, khususnya dalam bidang transformasi digital dan mempromosikan kerja sama di bidang tersebut.
INSP yang sebelumnya dikenal sebagai École Nationale d'Administration (ENA), didirikan pada tahun 1945 dan dijuluki sebagai "tempat lahirnya elit politik Perancis". Banyak mantan presiden, perdana menteri, pejabat tinggi di berbagai kementerian, dan eksekutif perusahaan swasta yang berasal dari almamater ini, termasuk Presiden Emmanuel Macron, mantan presiden Jacques Chirac, Valerie Giscard d'Estaing, dan Catherine Colonna yang menjabat sebagai menteri luar negeri saat ini. Pengaruh kebijakan yang dimiliki oleh para alumni ini sangat jelas terlihat.
Belakangan ini, Prancis telah menunjukkan minat pada pengalaman demokrasi baru di Taiwan. Media utama, sarjana, dan sutradara dokumenter semuanya menganalisis dan mendokumentasikan perkembangan demokrasi partisipatif dan tata kelola pemerintah yang transparan di Taiwan. Kehadiran Audrey Tang untuk berbagi pengalaman Taiwan dalam demokrasi digital di INSP Perancis diharapkan dapat mendorong kolaborasi dan pertukaran nilai antara Taiwan dan Perancis.